Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Omzet Pedagang Ayam Anjlok 75 Persen

Denpasar

Senin, 13 Agustus 2007, 15:37 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kasus meninggalnya pasien suspect flu burung di RSUP Sanglah Denpasar langsung berdampak pada omzet penjualan daging ayam. Di Pasar Badung, Kota Denpasar, omzet penjualan pedagang daging ayam anjlok hingga 75 persen.

Pasca meninggalnya Sri Widiantari, pasien suspect flu burung kemarin sore di RSUP Sanglah Denpasar, Omzet penjualan daging ayam maupun ayam hidup menurun drastis.

Penurunan omzet ini diantaranya dialami para penjual daging ayam potong maupun penjual ayam hidup di Pasar Badung, Kota Denpasar.

Pedagang yang sebelumnya mampu menjual hingga 100 ekor ayam per hari, setelah adanya kasus dugaan flu burung hanya mampu menjual 25 ekor ayam saja saja.



Susah pak sekarang, langganan pada nggak mau beli daging ayam. Tidak tau sampai kapan akan begini,” kata salah seorang penjual ayam hidup, Wayan Padia.

Disamping sepi pembeli, kini para pedagang juga harus membeli ayam hidup dengan harga yang mahal yakni mencapai 11 ribu rupiah per ekor. Ayam yang dibeli dari peternak di Bali itu kemudian dijual seharga 12 ribu rupiah per ekornya.

Kenyataan ini tentu saja berbeda jauh dengan harga ayam yang dibeli dari Pulau Jawa. Sebelum adanya larangan unggas masuk dari Jawa ke Bali, pedagang bisa membeli seekor ayam dari Jawa mulai 5 ribu hingga 7 ribu rupiah per ekor, dan dijual kembali seharga 12 ribu rupiah. (ctg)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami