Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Warga Bali Belum Sadar Bahaya Pedofilia
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Banyak warga Bali, terutama orang tua yang masih belum menyadari bahaya kejahatan seksual terhadap anak-anak atau pedofilia. Selain itu, aparat hukum juga sudah mulai mengabaikan penerapan undang-undang perlindungan anak, dalam kasus-kasus kejahatan terhadap anak.
Hal ini disampaikan Direktur LSM Commite Against Sexual Abuse (CASA) Profesor L.K. Suryani, usai pertunjukan teater anti pedofilia di Renon Denpasar, Rabu (22/08).“Masyarakat belum sepenuhnya sadar tentang bahaya pedofilia. Para orang tua juga belum sepenuhnya sadar bahwa ancaman pedofilia masih ada di sekitar mereka,†kata Suryani.
Selain menyoroti masih kurangnya kesadaran bahaya pedofilia bagi anak-anak Bali, Suryani juga menyoroti beberapa penanganan kasus pedofilia, yang dinilai sudah melupakan UU Perlindungan Anak, yang menghukum pelaku pedofil antara 3 hingga 15 tahun penjara.“Di Denpasar ada bocah umur 6 tahun mendapat kekerasan seksual dari siswa kelas 2 SMA.
Yang terjadi hakim hanya mengenakan hukuman percobaan 1 tahun penjara kepada pelaku, karena masih dianggap anak-anak. Selain itu, korbanjuga dinilai tidak mengalami gangguan trauma,†ujarnya.Kasus pedofilia hingga kini masih terjadi di Bali. Dari data CASA, kasus terbanyak terjadi di Karangasem, menyususl Buleleng, Kuta, Ubud, Tabanan, dan Denpasar.
“Pelakunya sudah tidak hanya orang asing saja, tapi juga orang lokal (Bali) seperti anggota keluarga dan kerabat dekat korban,†pungkas Suryani.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun