Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
PPS Buleleng Datangi KPU dan Kesbanglimas
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kekecewaan anggota Panitia Pemungutan Suara atau PPS yang honornya belum dibayarkan mencapai titik klimaks, belasan anggota PPS se-Kecamatan Buleleng,
mendatangi sekretariat KPU Buleleng dan kantor Kesbanglimas.Kedatangan belasan anggota PPS se-Kecamatan buleleng, ke KPU didampingi langsung oleh Ketua Paguyuban Perangkat Desa dan Ketua Forkomdeslu.
Belasan anggota PPS tesebut diterima Ketua KPU Buleleng Wayan Rideng, anggota KPU Nyoman Sutawan Bendesa dan Sekretaris KPU Hidayat Abbas.Dalam pertemuan itu terungkap, kekecewaan para anggota PPS yang belum menerima honor selama sebulan. Padahal, mereka telah dibubarkan Juli lalu.
Lantaran persoalan itu, para PPS ini menuntut agar honor bulan Juli segera bisa dicairkan.Menurut Sekretaris PPS Desa Bhaktiseraga Made Sutama, kalau melihat dari nilai nominalnya honor tersebut sudah sangat kecil, tapi pesoalan ini bisa mepengaruhi kinerja PPS kedepan yakni saat pemilihan gubernur.
“ Perlu juga kami sampaikan tuntutan, jadi untuk lancarnya dalam pilgub nanti, kami minta KPU supaya melunasi hutang-hutang kepada PPS, karena sekarang ini sudah dua bulan lewat, padalah pulkada sudah lewat. ” ungkap Sutama.Ketua Forkomdeslu Gusti Kadek Artana, selaku pendamping para PPS mengaku kecewa dengan sikap KPU yang belum juga membayar honor PPS.
“seoalah-olah kinerja dari PPS tidak lagi dihargai padahal mereka sudah melaksanakan kewajibannnya saat pemilihan bupati Buleleng lalu, ” tegas Artana.Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua KPU Buleleng Wayan Rideng menegaskan, kondisi yang terjadi saat ini juga menjadi kekawatiran KPU. Karena sesuai ketentuan keuangan sekarang, yang mengelola keuangan sepenuhnya menjadi tanggungjawab kesbanglimas.
“ Yang bisa mengelola apbd adalah instansi vertical pemkab, sedangkan KPUD bukan instansi vertical, bahasa sederhananya tidak bisa membuka rekening, sehingga mekanisme kerja yang boleh adalah Kantor Kesatuan Bangsa sebab seluruh anggaran pilkada sepenuhnya dikelola kesbanglinmas, ” papar Rideng.
Sekretaris KPU, Hidayat Abbas menjelaskan, keterlamabatan pencairan itu lantaran ada perubahan informasi dari bendahara pilkada yang ada di kesbanglimas, termasuk ada perubahan aturan keuangan. “Belum ada format karena saat ini masa transisi dalam pengelolaan dana pilkada, ” jelasnya.
Mendengar penjelasan dari jajaran KPU, PPS yang datang ke KPU tampaknya belum juga puas. mereka kembali mendatangi kantor Kesbanglimas diantar oleh Ketua KPU dan sekretaris KPU, kehadiran PPS di kesbanglimas diterima langsung oleh Kepala Kantor Kesbanglimas I Gusti Bagus Ngurah Wiresena.
Dalam penjelasannya, Kepala Kesbanglinmas Ngurah Wiresena mengungkapkan, sudah ada solusi untuk membuatkan SPJ sebagai bukti mengamprah pada bagian keuangan dengan meminta aga KPU membuat surat pernyataan yang menyebutkan semua peryaratan sudah lengkap.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun