Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Massa WHYO Demo Tolak Penghancuran "Raam Setu"

Denpasar

Kamis, 31 Januari 2008, 17:21 WITA Follow
Beritabali.com

ilustrasi/google

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Puluhan massa yang tergabung dalam World Hindu Youth Organisation (WHYO) menggelar aksi unjuk rasa di perempatan patung Catur Muka Denpasar, Kamis (31/1). Mereka menolak keras rencana penghancuran situs Raam Setu (Jembatan Rama) di India, yang telah dianggap sebagai situs tertua dalam sejarah Hindu.

Dalam lima butir pernyataan sikapnya, demo damai yang dikendalikan kordinator lapangan, AA Lanang Oka menyatakan, penghancuran Raam Setu itu berarti penghancuran terhadap jejak-jejak sejarah dharma/Hindu.

"WHYO meminta pemerintah India untuk memberikan perhatian serta memikirkan cara terbaik untuk menyelamatkan serta menjaga kelestarian situs Raam Setu," demikian bunyi salah satu butir pernyataan sikap tersebut.

Terkait hal itu, WHYO mendesak Pemerintah India agar melindungi Raam Setu sebagai aset internasional. WHYO juga mendesak perhatian internasional terhadap keberadaan situs Raam Setu sebagai salah satu situs tertua di dunia.

Sejumlah pentolan WHYO secara bergiliran melakukan orasi di dekat patung Catur Muka. Mereka juga membentangkan spanduk dan poster yang intinya menolak dihancurkannya situs Raam Setu. Namun tak jelas, kapan rencana situs tersebut akan dihancurkan.

Massa pendemo yang berpakaian adat Bali lengkap dengan mengenakan destar ini mendapat perhatian anggota masyarakat terutama yang kebetulan lewat di jalur tersebut. Sejumlah aparat intelijen tampak mengawasi jalannya aksi damai tersebut. (sss)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami