Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
Massa WHYO Demo Tolak Penghancuran "Raam Setu"
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Puluhan massa yang tergabung dalam World Hindu Youth Organisation (WHYO) menggelar aksi unjuk rasa di perempatan patung Catur Muka Denpasar, Kamis (31/1). Mereka menolak keras rencana penghancuran situs Raam Setu (Jembatan Rama) di India, yang telah dianggap sebagai situs tertua dalam sejarah Hindu.
Dalam lima butir pernyataan sikapnya, demo damai yang dikendalikan kordinator lapangan, AA Lanang Oka menyatakan, penghancuran Raam Setu itu berarti penghancuran terhadap jejak-jejak sejarah dharma/Hindu.
"WHYO meminta pemerintah India untuk memberikan perhatian serta memikirkan cara terbaik untuk menyelamatkan serta menjaga kelestarian situs Raam Setu," demikian bunyi salah satu butir pernyataan sikap tersebut.
Terkait hal itu, WHYO mendesak Pemerintah India agar melindungi Raam Setu sebagai aset internasional. WHYO juga mendesak perhatian internasional terhadap keberadaan situs Raam Setu sebagai salah satu situs tertua di dunia.
Sejumlah pentolan WHYO secara bergiliran melakukan orasi di dekat patung Catur Muka. Mereka juga membentangkan spanduk dan poster yang intinya menolak dihancurkannya situs Raam Setu. Namun tak jelas, kapan rencana situs tersebut akan dihancurkan.
Massa pendemo yang berpakaian adat Bali lengkap dengan mengenakan destar ini mendapat perhatian anggota masyarakat terutama yang kebetulan lewat di jalur tersebut. Sejumlah aparat intelijen tampak mengawasi jalannya aksi damai tersebut. (sss)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4561 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2361 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1624 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1065 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun