Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Nelayan Jadi Pemulung Sampah Plastik
Kedonganan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Angin kencang dan gelombang setinggi 5 meter lebih melanda perairan Bali dalam 4 hari terakhir. Akibat kondisi cuaca buruk ini, ratusan nelayan di Badung Bali tidak bisa melaut karena beresiko tinggi. Untuk mengisi waktu luang, para nelayan menjadi pemulung sampah plastik yang bertebaran di sepanjang bibir pantai.
Dampak angin kencang dan gelombang tinggi antara lain dirasakan ratusan nelayan di Pantai Kedonganan. Sejak 4 hari terakhir para nelayan ini tak melaut dan beralih profesi menjadi pemulung sampah plastik yang dibawa gelombang pasang dari laut lepas.
Salah satu nelayan yang mengisi waktu luang dengan menjadi pemulung adalah Rohim. Sudah empat hari ini Rohim dan beberapa orang rekannya mengais aneka jenis sampah plastik yang dibawa gelombang ke pinggir Pantai Kedonganan.
Setiap 1 kilogram sampah plastik kemudian dijual kepada para pengepul barang bekas seharga Rp 2300. Setiap harinya, Rohim dan teman-temannya mengaku bisa mendapatkan 10 hingga 15 kilogram sampah plastik.
“Lumayan buat tambahan makan dan bayar sewa kamar kos. Habis mau kerja apalagi kalau cuaca jelek kayak gini,” kata Rohim, hari ini.
Menurut data Kantor BMG wilayah 3 Denpasar, angin kencang berkecepatan hingga 50 kilometer per jam dan gelombang setinggi 5 meter lebih diperkirakan akan terus terjadi di sekitar perairan Bali 5 hingga 6 hari ke depan.
Oleh karena BMG mengimbau para nelayan dan dunia pelayaran agar waspada. (ctg)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 535 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 416 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 414 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 412 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik