Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tunggakan BPJS Mandiri di Bangli Tembus Rp9 Miliar

Selasa, 5 Mei 2026, 14:38 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Tunggakan BPJS Mandiri di Bangli Tembus Rp9 Miliar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Tunggakan iuran BPJS Kesehatan mandiri di Kabupaten Bangli tercatat mencapai lebih dari Rp9 miliar. Kondisi ini terjadi di tengah tingginya cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang hampir menyentuh seluruh penduduk.

Hingga saat ini, kepesertaan JKN di Bangli telah mencapai 99 persen lebih dari total populasi. Namun, masih terdapat puluhan ribu peserta yang tercatat tidak aktif.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung yang mewilayahi Bali Timur, Gusti Ngurah Catur Wiguna, menyebut jumlah peserta JKN di Bangli mencapai 259.161 jiwa atau sekitar 99,76 persen dari total penduduk.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 229.665 peserta tercatat aktif, sementara 29.864 lainnya tidak aktif," sebutnya, Selasa (5/5/2026).

Peserta mandiri menjadi penyumbang terbesar ketidakaktifan, dengan jumlah penunggak mencapai 10.402 orang. Mayoritas berasal dari peserta kelas III sebanyak 6.392 jiwa, disusul kelas II sebanyak 2.628 jiwa, dan sisanya dari kelas I.

Akumulasi tunggakan iuran dari peserta mandiri tersebut mencapai sekitar Rp9 miliar lebih. Kondisi ini dinilai menjadi perhatian serius karena berpotensi berdampak pada akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, BPJS Kesehatan telah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk memberikan skema cicilan bagi peserta yang menunggak. Selain itu, juga digagas program donasi dengan melibatkan perusahaan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan membayar iuran.

Upaya ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kepesertaan aktif sekaligus menjaga keberlanjutan program JKN di Kabupaten Bangli.

Sementara itu, kepesertaan JKN dinilai sangat penting sebagai bentuk perlindungan diri, mengingat risiko sakit tidak dapat diprediksi dan dapat berdampak besar terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami