Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Puluhan Pasien Gagal Ginjal Datangi Gedung DPRD
BERITABALI.COM, BULELENG.
25 orang pasien gagal ginjal mengeluhkan pemberlakuan SK Bupati. Akibat pemberlakuan SK tersebut, mereka mengaku tidak mendapat pelayanan gratis lagi ketika menjalani pengobatan cuci darah ke rumah sakit umum daerah. Padahal, mereka harus menjalani cuci darah seminggu dua kali dengan biaya 700 ribu rupiah sekali cuci darah.
“Ada keputusan dari bapak Bupati, SKTM sesuai SK Bupati tidak berlaku lagi dan dianggap pasien umum, sehingga kita mendatangi DPRD untuk meminta keputusan itu dicabut lagi atau direkomendasi khusus terhadap warga yang menjalani cuci darah (gagal ginjal,red) dan tidak mampu,” ungkap Made Sutawan, salah satu pasien gagal ginjal.
Akibat tidak kuat menanggung biaya, mereka meminta kepada Bupati Buleleng agar memberikan perlakuan khusus terhadap mereka. Karena dengan pemberlakuan SK itu, mereka tidak mampu menanggung biaya cuci darah.
“700 ribu tiap satu kali cuci darah, kita tidak mampu sebagai rakyat kecil karena tiga hari sekali harus cuci garis, kita tidak mampu, kalau bisa pak Bupati bisa membuat kebijakan khusus kepada pasien gagal ginjal seperti kita,” ujar sejumlah pasien gagal ginjal lainnya.
Bupati Buleleng, Putu Bagiada saat dikonfirmasi usai Sidang Paripurna mengatakan, permintaan puluhan pasien gagal ginjal itu tidak bisa dikabulkan. Lantaran, bupati hanya menjalankan ketentuan yang sudah diputuskan dari pusat.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2290 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1851 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1026 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun