Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
BERITABALI.COM, BADUNG.
Insiden bentrok antarburuh terjadi di mess pekerja PT Tunas Jaya Sanur, Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Minggu (6/9/2026) malam.
Belasan orang terlibat perkelahian dengan aksi saling lempar dan saling pukul. Bentrokan tersebut menyebabkan seorang buruh berinisial AW (24) meninggal dunia, sementara sejumlah pekerja lainnya mengalami luka-luka. Dari hasil penyelidikan awal, polisi mengamankan 13 orang buruh yang diduga terkait dan menjadi pemicu keributan tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi, bentrokan terjadi sekitar pukul 23.00 Wita. Keributan bermula ketika petugas keamanan PT Tunas Jaya Sanur, I Kadek Teguh Rupadana, sedang berpatroli di area bedeng buruh.
Saat berpatroli, Teguh mendengar suara pukulan pada dinding seng di sekitar toilet. Ia kemudian menegur pekerja tersebut agar menghentikan aktivitas karena sudah larut malam.
Namun, teguran tersebut justru berujung cekcok. Situasi kemudian semakin memanas dan memicu ketersinggungan sejumlah pekerja lain yang berada di lantai dua.
Ketegangan meningkat setelah seorang pekerja turun dari lantai dua sambil menodongkan pisau ke arah petugas keamanan. Keributan kemudian berkembang menjadi aksi pengeroyokan.
Para buruh saling pukul dan saling melempar batu. Sejumlah pekerja mengalami luka-luka, bahkan ada yang melarikan diri dari lokasi dalam kondisi luka parah akibat terkena lemparan batu.
Baca juga:
Teriak "Argentina Menang" Tengah Malam, Dua Kelompok Pemuda Bentrok di Kos Akasia Denpasar
Salah seorang korban, Rafael Buku Bani, mengalami luka pada bagian alis, pinggul, lengan serta lebam pada kedua kaki. Korban lainnya berinisial FRM mengalami luka pada mata kiri, hidung, dan bagian belakang kepala.
Sementara AW (24) ditemukan dalam kondisi terkapar dan segera dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar. Korban mengalami luka pada bagian bibir, mata, pipi, tangan, dan kaki.
Pihak medis kemudian menyatakan AW meninggal dunia pada Jumat (12/9/2026) sekitar pukul 19.30 Wita. Ayah kandung korban telah menyerahkan surat persetujuan autopsi untuk kepentingan visum dan penyelidikan hukum.
Terkait insiden tersebut, Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widhiarta turun langsung ke tempat kejadian perkara bersama Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang menjadi pemicu serta pihak yang bertanggung jawab atas bentrokan tersebut.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adhi Saputra Jaya, S.H., mengatakan Satuan Reskrim Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta Selatan telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti yang disita berupa satu buah pisau dan dua potongan besi pipa.
Selain itu, sebanyak 13 orang telah diamankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam penyelidikan kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang pekerja meninggal dunia.
"Sudah 13 orang yang diamankan dan masih menjalani pemeriksaan terkait keributan di mess bedeng proyek tersebut, masih didalami," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan