Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas

Sabtu, 12 September 2026, 19:46 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Insiden bentrok antarburuh terjadi di mess pekerja PT Tunas Jaya Sanur, Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Minggu (6/9/2026) malam.

Belasan orang terlibat perkelahian dengan aksi saling lempar dan saling pukul. Bentrokan tersebut menyebabkan seorang buruh berinisial AW (24) meninggal dunia, sementara sejumlah pekerja lainnya mengalami luka-luka. Dari hasil penyelidikan awal, polisi mengamankan 13 orang buruh yang diduga terkait dan menjadi pemicu keributan tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi, bentrokan terjadi sekitar pukul 23.00 Wita. Keributan bermula ketika petugas keamanan PT Tunas Jaya Sanur, I Kadek Teguh Rupadana, sedang berpatroli di area bedeng buruh.

Saat berpatroli, Teguh mendengar suara pukulan pada dinding seng di sekitar toilet. Ia kemudian menegur pekerja tersebut agar menghentikan aktivitas karena sudah larut malam.

Namun, teguran tersebut justru berujung cekcok. Situasi kemudian semakin memanas dan memicu ketersinggungan sejumlah pekerja lain yang berada di lantai dua.

Ketegangan meningkat setelah seorang pekerja turun dari lantai dua sambil menodongkan pisau ke arah petugas keamanan. Keributan kemudian berkembang menjadi aksi pengeroyokan.

Para buruh saling pukul dan saling melempar batu. Sejumlah pekerja mengalami luka-luka, bahkan ada yang melarikan diri dari lokasi dalam kondisi luka parah akibat terkena lemparan batu.

Salah seorang korban, Rafael Buku Bani, mengalami luka pada bagian alis, pinggul, lengan serta lebam pada kedua kaki. Korban lainnya berinisial FRM mengalami luka pada mata kiri, hidung, dan bagian belakang kepala.

Sementara AW (24) ditemukan dalam kondisi terkapar dan segera dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar. Korban mengalami luka pada bagian bibir, mata, pipi, tangan, dan kaki.

Pihak medis kemudian menyatakan AW meninggal dunia pada Jumat (12/9/2026) sekitar pukul 19.30 Wita. Ayah kandung korban telah menyerahkan surat persetujuan autopsi untuk kepentingan visum dan penyelidikan hukum.

Terkait insiden tersebut, Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widhiarta turun langsung ke tempat kejadian perkara bersama Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang menjadi pemicu serta pihak yang bertanggung jawab atas bentrokan tersebut.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adhi Saputra Jaya, S.H., mengatakan Satuan Reskrim Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta Selatan telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti yang disita berupa satu buah pisau dan dua potongan besi pipa.

Selain itu, sebanyak 13 orang telah diamankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam penyelidikan kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang pekerja meninggal dunia.

"Sudah 13 orang yang diamankan dan masih menjalani pemeriksaan terkait keributan di mess bedeng proyek tersebut, masih didalami," pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami