Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Malu Dibilang Homo, Nekat Gantung Diri
BERITABALI.COM, BULELENG.
Peristiwa bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali plastik yang disambung kain, Selasa (19/2) siang dilakukan Ketut Ardena (38), warga Dusun Madan, Desa Musi, Kecamatan Gerokgak dengan mengikatkan sambungan tali plastik dan kain pada kayu langit-langit rumah.
“Motif korban bunuh diri karena merasa sakit hati setelah mendengar gunjingan dari masyarakat sekitar, terutama para tetangganya, dimana korban dikatakan senang dengan sesama pria atau homo,” ungkap Kapolsektif Gerokgak, AKP. IGN Purnawa.
Tewasnya Ketut Ardena akibat gunjingan tetangga yang menyebut dirinya pria homo juga dikuatkan dengan sepucuk surat yang ditemukan didalam saku celana korban.
“Isi surat itu pada intinya menyebutkan, merasa malu dikatakan menjalin hubungan asmara dengan sesama pria,” ungkap Komang Dana (40) dan Komang Pastika (48), yang menemukan korban pertama kali tergantung di lokasi peristiwa.
Selain digunjingkan masyarakat sebagai pria homo, korban Ketut Ardena juga dikenal kalem dan pendiam, bahkan kerap menyendiri, sehingga saat mendapatkan masalah seperti itu, korban depresi dan nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
“Korban sudah ditemukan meninggal dunia dengan ciri-ciri mayat dalam keadaan kaku dan pada leher terdapat luka bekas jeratan tali, keluar air mani dan kotoran dari dubur serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” papar Purnawa.
Selain melakukan olah lokasi peristiwa dan pemeriksaan secara medis, Unit Reskrim Polsektif Gerokgak juga mendengarkan keterangan sejumlah saksi, termasuk mengamankan barang bukti berupa seutas tali plastik yang disambung dengan kain yang digunakan untuk bunuh diri.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3851 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang