Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Malu Dibilang Homo, Nekat Gantung Diri

Selasa, 19 Februari 2008, 19:08 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Peristiwa bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali plastik yang disambung kain, Selasa (19/2) siang dilakukan Ketut Ardena (38), warga Dusun Madan, Desa Musi, Kecamatan Gerokgak dengan mengikatkan sambungan tali plastik dan kain pada kayu langit-langit rumah.

“Motif korban bunuh diri karena merasa sakit hati setelah mendengar gunjingan dari masyarakat sekitar, terutama para tetangganya, dimana korban dikatakan senang dengan sesama pria atau homo,” ungkap Kapolsektif Gerokgak, AKP. IGN Purnawa.

Tewasnya Ketut Ardena akibat gunjingan tetangga yang menyebut dirinya pria homo juga dikuatkan dengan sepucuk surat yang ditemukan didalam saku celana korban.

“Isi surat itu pada intinya menyebutkan, merasa malu dikatakan menjalin hubungan asmara dengan sesama pria,” ungkap Komang Dana (40) dan Komang Pastika (48), yang menemukan korban pertama kali tergantung di lokasi peristiwa.

Selain digunjingkan masyarakat sebagai pria homo, korban Ketut Ardena juga dikenal kalem dan pendiam, bahkan kerap menyendiri, sehingga saat mendapatkan masalah seperti itu, korban depresi dan nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

 

“Korban sudah ditemukan meninggal dunia dengan ciri-ciri mayat dalam keadaan kaku dan pada leher terdapat luka bekas jeratan tali, keluar air mani dan kotoran dari dubur serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” papar Purnawa.

Selain melakukan olah lokasi peristiwa dan pemeriksaan secara medis, Unit Reskrim Polsektif Gerokgak juga mendengarkan keterangan sejumlah saksi, termasuk mengamankan barang bukti berupa seutas tali plastik yang disambung dengan kain yang digunakan untuk bunuh diri. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sas



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami