Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kader Demokrat Kritisi

Kamis, 27 Maret 2008, 15:38 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Kader Demokrat yang menjadi pengusung pasangan Cok Ace-Sutanaya nampaknya mulai gerah. Pasalnya sampai saat ini pejabat-pejabat yang kedaluwarsa alias pensiun masih dipertahankan. Kritikan itu sendiri disampaikan oleh salah satu kader Demokrat asal Ubud, I Putu Suartika. “Saya, heran masih banyak yang potensial, kok masih pejabat lawas dipertahankan, jika begini caranya kapan perubahan itu bakal terwujud,“ ungkapnya.


Terus siapa pejabat pensiun yang dimaksud? Ditanya seperti ini Suartika tidak mau menyebutkan nama, menurutnya semua itu sudah menjadi rahasia umum. “Saya, tak menyebutkan nama, saya rasa masyarakat sudah mengetahuinya,“ jelasnya. Bukan hanya itu, pihaknya juga menyayangkan akan sikap kritis masyarakat yang tanpa alasan, yakni menuntut 7 program unggulan cepat terlaksana. “Baru menjabat beberapa bulan, bagaimana bisa 7 program unggulan cepat dilaksanakan,“ jelasnya.


Apalagi, sambung Suartika, pasangan AS (Ace-Sutanaya) tersandung dengan defesitnya anggaran. “Saya rasa, tak ada alasan ngomong 7 program bisa terealisasi begitu singkat,“ ujarnya. Terkait dengan masalah ini, pihak pemerintah perlu menjelaskan kepada publik utamanya pada masyarakat terkait kendala-kendala yang dihadapi dalam menjalankan program tersebut, sehingga masyarakat tak apatis. “Menurut saya, penyambung lidah pemerintah mesti menjelaskan dengan baik akan kendala-kendala yang dihadapi pemerintah dalam menjalankan 7 program hal ini penting supaya masyarakat mengerti,“ ujarnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami