Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Kader Demokrat Kritisi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kader Demokrat yang menjadi pengusung pasangan Cok Ace-Sutanaya nampaknya mulai gerah. Pasalnya sampai saat ini pejabat-pejabat yang kedaluwarsa alias pensiun masih dipertahankan. Kritikan itu sendiri disampaikan oleh salah satu kader Demokrat asal Ubud, I Putu Suartika. “Saya, heran masih banyak yang potensial, kok masih pejabat lawas dipertahankan, jika begini caranya kapan perubahan itu bakal terwujud,“ ungkapnya.
Terus siapa pejabat pensiun yang dimaksud? Ditanya seperti ini Suartika tidak mau menyebutkan nama, menurutnya semua itu sudah menjadi rahasia umum. “Saya, tak menyebutkan nama, saya rasa masyarakat sudah mengetahuinya,“ jelasnya. Bukan hanya itu, pihaknya juga menyayangkan akan sikap kritis masyarakat yang tanpa alasan, yakni menuntut 7 program unggulan cepat terlaksana. “Baru menjabat beberapa bulan, bagaimana bisa 7 program unggulan cepat dilaksanakan,“ jelasnya.
Apalagi, sambung Suartika, pasangan AS (Ace-Sutanaya) tersandung dengan defesitnya anggaran. “Saya rasa, tak ada alasan ngomong 7 program bisa terealisasi begitu singkat,“ ujarnya. Terkait dengan masalah ini, pihak pemerintah perlu menjelaskan kepada publik utamanya pada masyarakat terkait kendala-kendala yang dihadapi dalam menjalankan program tersebut, sehingga masyarakat tak apatis. “Menurut saya, penyambung lidah pemerintah mesti menjelaskan dengan baik akan kendala-kendala yang dihadapi pemerintah dalam menjalankan 7 program hal ini penting supaya masyarakat mengerti,“ ujarnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3760 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1699 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang