Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Jika Terus Beranak, Bisa Pendarahan Hebat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang ibu di Denpasar Bali, Halimah (44), baru saja melahirkan anaknya yang ke-21. Hingga kini Halimah masih tidak mau ikut program Keluarga Berencana. Jika ia meneruskan ‘hobinya’ punya anak di usia yang semakin tua, Halimah bisa mengalami pendarahan hebat dan meninggal dunia. Hal ini disampaikan dokter spesialis anak Rumah Sakit Wangaya Denpasar, I Wayan Retayasa, Sp. A (K), kepada Beritabali.com, siang ini (10/4).
Menurut Retayasa, diusianya yang ke-44 dan mempunyai kebiasaan melahirkan anak setiap 1,5 tahun sekali, ke depan Halimah maksimal bisa melahirkan 2 anak lagi, atau hingga 23 orang anak. “Selama belum memasuki masa menopause, yakni umur 45 hingga 48 tahun, Halimah masih bisa hamil dan memiliki anak lagi,” ujar Retayasa. Meski masih bisa melahirkan anak hingga 2 orang lagi, Halimah dianjurkan agar berhenti membuat anak. “Semakin tua seorang ibu, maka dia akan memiliki resiko yang semakin tinggi mengalami komplikasi persalinan. Alat reproduksi seperti uterus (tempat bayi) dalam kandungan semakin tipis atau molor (pendular abdomen). Jika sudah begini, si ibu akan mengalami kesulitan dalam melahirkan,” jelasnya.
Selain semakin tipisnya uterus, usia tua juga akan membuat tipisnya otot rahim sehingga mudah robek. Banyaknya varises atau pembuluh darah pada otot rahim akan menimbulkan pendaraha hebat yang susah untuk dihentikan. “Semakin tua, gizi seorang ibu juga makin berkurang, terutama HB (hemoglobin) darah sehingga mudah terjadi pendarahan. Selain itu, ibu yang melahirkan di atas umur 35 tahun kemungkinan akan mengalami kelainan bawaan seperti down syndrome mongoloid (wajah seperti orang mongol),” imbuh Retayasa.
Karena beresiko tinggi, Halimah disarankan agar menghentikan ‘hobinya’membuat anak. ”Jika kebobolan, ya maksimal 2 anak lagi. Itupun dengan resiko tinggi,” kata Retayasa. Jarak kelahiran anak Halimah setiap 1,5 tahun sekali juga tidak bagus untuk kesehatan alat reproduksi seorang ibu. Jarak ideal kelahiran antara satu anak dan anak berikutnya adalah 3 hingga 5 tahun. “Jarak yang cukup lama akan memberi waktu bagi kandungan untuk beristirahat sehingga tidak cepat molor dan mudah robek,” pungkas Retayasa.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan