Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
14 Perguruan Tinggi di Bali Bentuk Konsorsium Pendidikan, Satukan Langkah Atasi Persoalan Daerah
bbn/dok Undiksha/14 Perguruan Tinggi di Bali Bentuk Konsorsium Pendidikan, Satukan Langkah Atasi Persoalan Daerah.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 14 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali yang memiliki program studi kependidikan resmi menyatukan langkah melalui pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali.
Inisiatif yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan di Pulau Dewata.
Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha, Senin (15/6/2026), dan disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, serta Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman.
Rektor Universitas Pendidikan Ganesha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, mengatakan pembentukan konsorsium menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarkampus dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Dalam filosofi orang tua kita, tanpa kolaborasi dan sinergi sesungguhnya kita tidak pintar. Melalui konsorsium ini, kami berharap persoalan-persoalan pendidikan di Bali dapat ditangani bersama melalui kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Lasmawan menegaskan, keberadaan konsorsium sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, menyebut pembentukan konsorsium merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang digelar pada Maret lalu. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh keseriusan dalam membangun sektor pendidikan.

“Kemajuan sebuah negara bergantung pada seberapa serius negara tersebut berinvestasi pada pendidikan. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia juga menyoroti masih banyak hasil riset perguruan tinggi yang berhenti pada tahap prototipe dan belum diimplementasikan secara luas.
Ke depan, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
Menurut Fauzan, konsorsium menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antarkampus sehingga sumber daya, keahlian, dan hasil riset yang dimiliki dapat dioptimalkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan daerah, khususnya di bidang pendidikan.
“Perguruan tinggi memiliki banyak ahli dan potensi besar. Melalui kolaborasi, seluruh potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Inilah esensi Kampus Berdampak,” pungkasnya.
Melalui pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali, sebanyak 14 perguruan tinggi di Pulau Dewata berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang lebih kolaboratif, inovatif, dan berdampak sehingga kehadiran kampus semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Editor: Redaksi
Reporter: Undiksha Singaraja
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun