Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Buleleng Kekurangan 700 Guru SD
BERITABALI.COM, BULELENG.
Hari Pendidikan Nasional di Buleleng diperingati dengan Upacara Bendera, Jumat (2/5) di Taman Kota Lapangan Ngurah Rai Singaraja. Ironisnya dibalik peringatan Hardiknas tersebut, Buleleng saat ini masih kekurangan 700 guru pengajar di Sekolah Dasar. Kurangnya guru yang bertugas di sekolah dasar (SD) terlihat di sejumlah desa terpencil yang jauh dari Kota Singaraja, seperti di beberapa desa kecamatan Gerokgak. Tejakula, Busungbiu dan Kecamatan Sawan.
“Kita memang masih kekurangan guru sekolah dasar, guru SMP juga, tapi tidak seberapa. Kurangnya tenaga guru karena letak sekolah yang kebanyakan berada di desa-desa terpencil dan pinggiran,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, Made Sudarsana. Kekurangan guru SD di Kabupaten Buleleng terjadi akibat perbandingan antara rasio pengangakatan tenaga guru melalui pengangkatan PNS. dengan perkembangan lembaga pendidikan yang tidak seimbang, terlebih pengangkatan guru tidak sesuai dengan formasi kebutuhan yang ada dilapangan.
“Tiap tahun ada proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) secara umum lebih memprioritaskan guru honorer dari sekolah negeri, apalagi dengan Pemberlakuan PP Nomor 48 Tahun 2005 yang tidak boleh memperbantukan guru honorer dengan alasan apapun, kita jadi serba salah,” lanjut Sudarsana. Dengan pemberlakuan PP 48 Tahun 2005, kekurangan guru tingkat SD cenderung meningkat dari tahun ke tahun.
"Perbandingan rasio pengangkatan guru dengan perkembangan sekolah kita yang tidak seimbang, menjadi penyebab utama kekurangan guru. Pemberlakuan PP 48 juga menyebabkan peluang para guru honorer di sekolah tidak ada, meski pemerintah daerah telah menganggarkan guru honorer,” tegas Sudarsana. Menyikapi persoalan kekurangan guru tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng berencana melakukan rasionalisasi jumlah guru dengan mengadakan pembagian wilayah tugas dari kecamatan yang padat guru, ke daerah yang kekurangan guru.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 557 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 497 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 420 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 420 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik