Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Jalur Singaraja Gilimanuk Nyaris Macet
Lokapaksa
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ratusan warga Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt kembali turun ke jalan melakukan aksi demo menuntut ‘perbekel mesum’ dicopot dengan segera dari jabatannya, bahkan aksi warga dengan memblokir jalan tersebut nyaris memacetkan arus lalu lintas Singaraja Gilimanuk.
Penonaktifan Jabatan Perbekel Desa Lokapaksa I Gusti Made Kusuma Yasa melalui surat Camat Seririt tidak membuat warga Desa Lokapaksa menghentikan aksinya untuk menuntut pencopotan ‘perbekel mesum’ tersebut, bahkan Jumat (13/6), aksi warga nyaris memacetkan jalur Singaraja Seririt dengan memblokir jalur pantura itu di simpang empat pintu masuk Desa Lokapaksa.
Awalnya, ratusan warga yang dikomando Astika berkumpul di depan Kantor Desa Lokapaksa, namun kemudian warga secara spontan memblokir jalan desa dan bergerak hingga simpang empat desa Lokapaksa dengan memblokir dan menutup jalur Pantura, bilamana keinginan warga untuk menggulingkan Perbekel Gusti Made Kusuma Yasa tidak di gubris atau ditanggapi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lokapaksa.
”Kami hanya ingin, BPD melaksanakan rapat pleno untuk mengusulkan pemberhentian Kusuma Yasa sebagai Perbekel Lokapaksa, sebab Kusuma Yasa tidak layak menjadi Perbekel karena berkelakuan bejat, amoral dan asusila,” ungkap Astika.
Aksi warga dengan memblokir jalan Pantura Bali Utara itu akhirnya dapat dikendalikan setelah Kapolsektif Seririt, AKP, Ketut Naya bersama kekuatan Pasukan Dalmas Sat Samapta berupaya melakukan negoisasi.
”Kita coba redam warga yang ingin menutup jalur Pantura, usaha kita berhasil setalah kita hubungi ketua dan sejumlah anggota BPD Lokapaksa,” ungkap Kapolsektif Seririt, Ketut Naya.
Setelah mendapatkan jawaban BPD Lokapaksa bakal melakukan rapat pleno, warga Desa Lokapaksa akhirnya membubarkan diri dan menurut rencana, Sabtu (14/6) BPD Lokapaksa bersama sejumlah tokoh masyarakat akan menggelar pertemuan secara terbatas. (sas)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1974 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1792 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1736 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1531 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun