Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 2 Mei 2026
Koster Mulai Restorasi Besakih, Kembalikan Kesucian Parahyangan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Gubernur Bali Wayan Koster resmi memulai langkah besar dalam penataan kawasan suci Pura Agung Besakih melalui program restorasi Parahyangan.
Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan upacara Ngeruak/Mulang Dasar serta peletakan batu pertama tahap II penataan area Parahyangan di kawasan Pura Banua Besakih, Rendang, Jumat (1/5), bertepatan dengan Rahina Purnama.
Dalam sambutannya di Wantilan Kesari Warmadewa Besakih, Koster menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menyeluruh untuk mengembalikan bentuk dan nilai asli kawasan suci sesuai pakem arsitektur Bali.
“Ini bukan pembangunan baru, bukan juga rehab biasa. Ini restorasi, membangun kembali dengan tetap mempertahankan keaslian,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi Parahyangan selama puluhan tahun menunjukkan ketidakteraturan, baik dari sisi material, warna, hingga bentuk bangunan. Beragam elemen seperti Kori Candi Bentar, penyengker, hingga palinggih dibangun tanpa standar baku yang seragam.
Material yang digunakan pun bervariasi, mulai dari batu padas, bata merah, hingga beton, dengan kualitas yang tidak konsisten. Bahkan, sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan kurang terawat.
“Secara keseluruhan tidak harmonis dan tidak mencerminkan keagungan kawasan suci dengan latar Gunung Agung,” ungkap Koster.
Melalui program restorasi ini, sebanyak 30 titik suci akan ditata ulang, terdiri dari 26 pelinggih utama di kawasan Pura Agung Besakih dan empat pura pasemetonan. Penataan dilakukan dengan prinsip mengembalikan arsitektur asli Bali, penggunaan material seragam berkualitas, serta penyelarasan ornamen.
Upaya ini tidak hanya bertujuan memperbaiki estetika, tetapi juga mengembalikan harmoni sekala dan niskala yang menjadi ruh kawasan suci.
Restorasi Parahyangan merupakan kelanjutan dari penataan tahap pertama yang telah fokus pada palemahan, termasuk pembangunan fasilitas parkir, sarana umat, dan penataan area pedagang.
Secara keseluruhan, anggaran penataan kawasan Besakih mencapai lebih dari Rp1 triliun, dengan kombinasi pendanaan dari APBN dan APBD Provinsi Bali. Tahap kedua yang sedang berjalan ditargetkan rampung pada November 2026.
Koster juga menyoroti perubahan signifikan pada sistem akses dan parkir yang kini lebih tertata dibandingkan sebelumnya.
“Dulu krodit sekali. Kendaraan menumpuk, umat tidak bisa masuk, bahkan ada yang sembahyang dari jalan lalu pulang,” kenangnya.
Ia menekankan bahwa proyek ini harus dijalankan dengan kesadaran spiritual, mengingat Besakih merupakan pusat suci umat Hindu Bali.
“Ini linggih stana Ida Bhatara. Harus dikerjakan dengan rasa, dengan doa, tidak bisa asal bangun,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para kontraktor agar tidak mengedepankan keuntungan semata dan tetap menjaga kualitas pembangunan.
“Jangan hanya mikir untung. Kalau kualitas dikurangi, hasilnya tidak baik. Ini tempat suci, bukan proyek biasa,” tegasnya.
Lebih jauh, Koster menggarisbawahi bahwa Besakih merupakan bagian penting dari sistem kosmologi Bali yang harus dijaga keberlangsungannya oleh generasi saat ini.
Baca juga:
Koster Tinjau Taman Gumi Banten dan Usadha di Besakih, Upaya Lestarikan Tanaman Langka Bali
“Bali ini bukan tanah biasa. Ini tanah yang disucikan oleh para leluhur. Kita hanya melanjutkan apa yang telah mereka rintis,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya ini bukan hanya untuk Bali, tetapi memiliki makna yang lebih luas. “Ini bukan hanya untuk Bali, tetapi untuk Indonesia dan dunia,” tegasnya.
Ke depan, pemerintah juga menyiapkan tahap ketiga berupa penataan akses menuju Besakih dari berbagai arah, guna menghadirkan pengalaman spiritual yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi umat.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 186 Kali
Polisi Bongkar 14 Kasus Narkoba di Badung, 15 Tersangka Ditangkap
Dibaca: 114 Kali
Gamelan Sakral Pura Dalem Panji Anom di Buleleng Dicuri, Krama Resah
Dibaca: 109 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang