Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 27 April 2026
Abrasi Pantai Lebih Gianyar Terparah
Gianyar
Rabu, 2 Juli 2008,
16:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Siapa yang menduga, Pantai Lebih di Kabupaten Gianyar kini menjadi pantai yang paling parah tingkat abrasinya. Padahal pantai tersebut menjadi salah satu pantai favorit untuk dikunjungi oleh wisatawan.
Hasil penelitian Program pasca Sarjana Ilmu Lingkungan Universitas Udayana sejak tahun 1990, menunjukkan Pantai lebih mengalami abrasi mencapai 50 meter per tahun.
Peneliti dari program Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan Universitas Udayana Bali, Gede Yasada, menjelaskan parahnya tingkat abrasi di Pantai Lebih lebih banyak disebabkan oleh faktor perubahan arus pantai.
Menurut Yasada, tingginya aliran sendimen aliran Tukad (sungai) Unda di Klungkung juga turut berperan dalam perubahan arus yang menyebabkan parahnya abrasi di Pantai Lebih.
“Sedimen itu akan meluncur ke arah laut dan membelokkan arah arus sehingga pantai di Gianyar yang paling keras abrasinya, karena arusnya dibelokkan oleh sedimen aliran sungai Tukad Unda,†papar Yasada.
Beberapa pantai yang juga mengalami abrasi yang cukup parah yaitu Pantai Kusamba Klungkung dan Pantai Padanggalak Sanur.
Dibandingkan pantai-pantai lainnya, Pantai Sanur Kauh Denpasar merupakan pantai yang mengalami abrasi paling ringan, yaitu hanya 3 meter per tahun. Hal ini terjadi karena adanya hamparan terumbu karang di sekitar Pantai Sanur Kauh.
Hamparan terumbu karang ini yang menahan arus sehingga menjaga Pantai Sanur Kauh dari abrasi yang parah.
Yasada menambahkan, tingkat abrasi pantai di Bali secara menyeluruh rata-rata mencapai 3 meter pertahun. Yasada berharap dinas pekerjaan umum daerah Bali segera melakukan antisipasi guna menghindari abrasi yang lebih parah dengan cara membangun pemecah ombak.
Yasada juga merekomendasikan kepada pemerintah daerah Bali untuk menjaga kelestarian terumbu karang dan hutan di sekitar pantai. (mlt)
Hasil penelitian Program pasca Sarjana Ilmu Lingkungan Universitas Udayana sejak tahun 1990, menunjukkan Pantai lebih mengalami abrasi mencapai 50 meter per tahun.
Peneliti dari program Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan Universitas Udayana Bali, Gede Yasada, menjelaskan parahnya tingkat abrasi di Pantai Lebih lebih banyak disebabkan oleh faktor perubahan arus pantai.
Menurut Yasada, tingginya aliran sendimen aliran Tukad (sungai) Unda di Klungkung juga turut berperan dalam perubahan arus yang menyebabkan parahnya abrasi di Pantai Lebih.
“Sedimen itu akan meluncur ke arah laut dan membelokkan arah arus sehingga pantai di Gianyar yang paling keras abrasinya, karena arusnya dibelokkan oleh sedimen aliran sungai Tukad Unda,†papar Yasada.
Beberapa pantai yang juga mengalami abrasi yang cukup parah yaitu Pantai Kusamba Klungkung dan Pantai Padanggalak Sanur.
Dibandingkan pantai-pantai lainnya, Pantai Sanur Kauh Denpasar merupakan pantai yang mengalami abrasi paling ringan, yaitu hanya 3 meter per tahun. Hal ini terjadi karena adanya hamparan terumbu karang di sekitar Pantai Sanur Kauh.
Hamparan terumbu karang ini yang menahan arus sehingga menjaga Pantai Sanur Kauh dari abrasi yang parah.
Yasada menambahkan, tingkat abrasi pantai di Bali secara menyeluruh rata-rata mencapai 3 meter pertahun. Yasada berharap dinas pekerjaan umum daerah Bali segera melakukan antisipasi guna menghindari abrasi yang lebih parah dengan cara membangun pemecah ombak.
Yasada juga merekomendasikan kepada pemerintah daerah Bali untuk menjaga kelestarian terumbu karang dan hutan di sekitar pantai. (mlt)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1694 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026