Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Balita Tewas Terseret Arus Sungai
Bangkiang Sidem
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang Balita, Fendi Firmansyah (1,5) dari Desa Ambengan Kecamatan Sukasada, Minggu (13/7) dilaporkan ke Mapolres Buleleng tewas terseret air sungai di Kawasan Bangkiang Sidem, Desa Ambengan. Sebelumnya, orang tua korban Hairus (37) sempat menduga anaknya hilang diculik orang tak dikenal.
Baca juga:
Santri Tewas Terseret Ombak Saat Ikut MOS
"Korban meninggal dunia akibat keteledoran orang tuanya, dimana korban tidak mendapat pengawasan orang tua. Sebelum kejadian orang tua korban menolong kakak korban yang tertimpa sepeda motor, sehingga korban jalan-jalan sendirian dan bermain di Sungai. Karena arus besar, diduga korban terjatuh dan terseret.," ungkap Kapolsekrif Sukasada, AKP. Nyoman Sudirga.
Hilangnya korban Fendi Firmansyah baru diketahui satu setengah jam kemudian. Dugaan korban diculik terbantahkan saat seorang warga menemukan korban tersangkut pada sebuah batu di saluran kali.
"Korban ini terseret air sekitar 300 meter dan ditemukan seorang warga telah tidak bernyawa. Tewasnya korban diduga akibat benturan batu sungai dan kemasukan air pada saluran pernafasan,"ujar Sudirga.
Baca juga:
Santri Tewas Terseret Ombak Saat Ikut MOS
Berdasarkan olah lokasi peristiwa dan pemeriksaan medis, korban yang merupakan anak kedua Hairus itu menghembuskan nafas terakhirnya satu jam sebelum ditemukan. Setelah dievakuasi dari lokasi peristiwa korban langsung dilarikan ke RSUD Singaraja. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 4102 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3414 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2060 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan