Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Pasang Atap Villa, Rifai Tewas
Pemuteran
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang buruh bangunan akhirnya tewas dalam penangganan medis di Poliklinik Pemuteran Jumat (18/7). Ia tewas setelah terjatuh saat bekerja memasang atap bangunan villa.
Kecelakaan kerja ini berawal saat tangga bambu yang digunakan memanjat patah saat memasang atap seng pada sebuah bangunan Villa di Dusun Sendang Pasir, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
Rifai (40) buruh bangunan dari Desa Gayam, Sumenep, Madura terjatuh dengan kepala membentur beton dasar kolam renang. Akibatnya korban Rifai menghembuskan nafas terakhirnya saat dalam penangganan medis di Poliklinik Pemuteran.
"Tewasnya korban diduga lantaran mengalami pendarahan yang sangat hebat pada hidung dan telinga serta adanya luka robek pada bagian kanan kepala. Upaya bantuan medis telah dilakukan, namun korban akhirnya meninggal dunia dalam perawatan," ungkap Kapolsektif Gerokgak, AKP. Nyoman Kartika.
Kartika menambahkan, musibah yang menimpa buruh bangunan dari Sumenep Madura tersebut murni akibat kelalaian saat bekerja, sebab tangga bambu yang digunakan tidak diperisa secara teliti.
"Ini akibat kelalaian dan tidak ada faktor lain,"tegas Kartika.
Walaupun penyebab tewasnya Rifai diduga kuat akibat kelalaian, Unit Reskrim Polsektif Gerokgak telah melakukan olah lokasi peristiwa termasuk melakukan visum terhadap tubuh korban. Hingga berita ini dionlinekan, polisi masih memeriksa sejumlah saksi mata. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3083 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1095 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 491 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 399 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun