Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Maling Udang, Tahir Bonyok Dihajar Massa

Tedung

Selasa, 29 Juli 2008, 16:21 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Nasib sial dialami oleh Tahir (32). Pria kelahiran Karangasem ini babak belur dihajar massa, setelah kepergok mencuri udang di sebuah tambak.



Ketika ditemui di RS Sanjiwani, Gianyar, muka Tahir tampak bonyok dan memar akibat dihajar Massa, Selasa (29/7).

Tahir dihajar massa setelah kepergok maling udang di tambak warga, di wilayah Tedung, Gianyar.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh di lapangan, Tahir datang ke lokasi pencurian dengan peralatan pancing, jaring serta portas.

Setelah memarkir sepeda motornya di pinggir jalan, yang berjarak 500 meter dari tambak, pelaku kemudian mengendap-endap mendekati tambak udang galah milik warga Tedung, Gianyar.



Awalnya, aksi pencurian ini berjalan lancar. Nasib sial datang ketika Tahir sudah berhasil mencuri 4 kilogram udang galah. Pemilik tambak bernama Wayan Astawan memergoki aksi pencurian ini.



Pemilik ini tambak langsung berteriak sehingga mengundang kehadiran warga lainnya. Tanpa basa-basi pelaku langsung dihajar warga yang gemas terhadap ulahnya, hingga babak belur.

Untunglah aksi massa ini tak berakhir tragis. Aparat kepolisian yang turun ke Tempat Kejadian Perkara atau TKP langsung mengamankan pelaku.

Lantaran lukanya cukup parah, pelaku langsung dirawat ke RSUD Sanjiwani.

Kapolsek Kota Gianyar, AKP I Nyoman Suarnata membenarkan kejadian ini. Kini pelaku pencurian sekaligus korban aksi amuk massa ini masih dirawat intensif di RSUD Sanjiwani, Gianyar. (Art)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami