Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Polisi Pelajari Rekaman CCTV LP Kerobokan
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kericuhan yang terjadi di Lapas Kerobokan, Sabtu (02/08), hingga mengakibatkan kepala I Made Sutama alias Minggik bocor, sebentar lagi bakal terungkap siapa pelakunya. Sebab, pelemparan itu terekam langsung CCTV yang berada di ruang pembesuk.
Kasatreskrim Polres Badung AKP Made Witaya membenarkan adanya CCTV yang terpasang di ruang besuk Lapas Kerobokan. Hingg tadi pagi, aparat kepolisian masih melakukan koordinasi kepada pihak Lapas Kerobokan untuk mengecek ulang rekaman CCTV, Sabtu (02/08) lalu.
" Benar, kita masih mengecek rekaman CCTV. Tapi siapa petugas yang memantau CCTV, saat pelemparan terjadi, masih dicek," urainya.
Witaya mengatakan, rekaman CCTV akan sangat berguna bagi penyelidikan polisi. Nantinya, hasil rekaman akan memperlihatkan dengan jelas wajah-wajah pelaku pelemparan, terutama yang melakukan pelemparan botol terhadap Minggik.
AKP Witaya menambahkan, pemeriksaan terhadap sipir Lapas Kerobokan, sudah dilakukan terhadap seorang sipir bernama Yunara. Saksi ini diduga kuat sebagai saksi petugas yang melihat langsung kejadian.
"Saat itu Yunara yang bertugas di dalam ruangan besuk. Untuk itulah dia kita mintai keterangan,"sebutnya. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4553 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2359 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2014 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1619 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun