Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Pengakuan Tersangka Diduga Direkayasa
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pengakuan tersangka AA Gede Rai Yoga (44), membantai bos showroom, Yudianto (49) dan Yeni Suryawati, berlatar-belakang sakit hati, diragukan. Keluarga korban menganggap bahwa pembantaian itu bukan bermotif sakit hati, tapi dendam pribadi.
Joni, rekan Yudianto mengatakan, apa yang diakui tersangka AA Gede Rai Yoga kepada polisi tidak masuk akal. Melakukan pembunuhan terhadap kedua korban, hanya karena sakit hati.
Padahal, selama ini pasangan suami istri itu terlihat ramah dan santun kepada siapa, temasuk karyawannya sendiri. Lagipula, selama ini tersangka AA Gede Rai Yoga, sudah dianggap sebagai keluarga sendiri.
Joni yang ditemui Beritabali.com di showroom Anugerah Baru Motor terletak di Jalan Gatsu Barat nomor 5 Denpasar, Selasa (2/9), mengaku tidak percaya, tersangka-lah pembunuh sadis itu.
Bahkan, pada saat berada di lokasi kejadian, Minggu (31/8) sekitar pukul 01.00 dinihari, dia melihat tersangka menangisi kepergian korban. “Saya lihat dia (tersangka) menangis. Saya tidak curiga kalau dia pelakunya,†ujar Joni.
Joni menganggap tersangka Rai, adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Merekayasa pengakuan meski kedoknya sudah diketahui sebagai seorang pembunuh. “Dia jahat sekali. Sudah membunuh merekayasa pengakuan. Saya meragukan pengakuannya,†kata Joni.
Keraguan lainnya, Joni tidak percaya bahwa Yeni Suryawati (istri Yudianto) tega melempar uang kepada tersangka, saat meminjam uang senilai Rp 200 ribu. Sepengetahuan Joni, karakter Yeni tidak seperti itu. Selama berteman, Yeni dikenal wanita yang pendiam.
“Saya tidak percaya Yeni melempar uang ke tersangka. Saya sudah lama kenal dengan Yudianto dan istrinya. Setahu saya, istrinya pendiam kok,†sebut lelaki kurus asal Malang ini.
Di lain kesempatan, Joni menerangkan, jasad kedua rekannya, sejak Minggu (31/8) sudah dibawa ke rumah duka di Jalan Gotong Royong Taman Tonogo Prio Soedarmo, Malang. Kedua jasad pengusaha keturunan Tionghoa itu dibawa langsung anak semata wayangnya Bima, yang kini duduk di sebuah perguruan tinggi di Malang.
Rencananya, kedua jasad yang dibantai oleh tersangka di rumahnya di Jalan Gatsu Barat No 293 Denpasar, Jumat depan (5/9) akan dikremasi di Malang. “Saya masih ingat, terakhir kali bertemu dengan Yudianto, dia memberikan obat mata,†kenangnya.
Menjawab keraguan keluarga korban, Kasatreskrim Poltabes Kompol Rendra Redita Dewayana Sik mengakui banyak yang menghubungi Poltabes dan meragukan pengakuan tersangka. “Banyak pihak yang konfirmasi menyangkut hal itu (meragukan pengakuan tersangka),†ucapnya.
Ditegaskannya, polisi tidak berfokus pada motif pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka. Motif pembunuhan itu hanya sebatas alat pendukung bagi polisi, untuk memperluas penyelidikan di lapangan.
Yang paling utama dalam penyelidikan, polisi wajib menemukan bukti – bukti otentik, guna menjerat tersangka sebagai pelaku utama pembunuhan Yudianto dan Yeni.
“Motif hanya pendukung. Yang jelas kita telah menemukan bukti unsur permulaan yang cukup menjerat tersangka dalam pasal pembunuhan,†ungkapnya.
Di penyelidikan tersebut, jelas mantan Kanit Judi Susila Reskrim Polda Bali itu, polisi tidak menemukan adanya unsur perampokan. Jika tersangka mau, sudah barang tentu, harta benda korban disikat pasca kejadian.
“Coba lihat, di dalam mobil banyak barang-barang berharga. Di rumah ada kartu ATM, perhiasan korban masih melekat di leher. Kenapa dia tidak sentuh,†tanya Rendra balik. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 452 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan