Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pengakuan Tersangka Diduga Direkayasa

Denpasar

Selasa, 2 September 2008, 19:37 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pengakuan tersangka AA Gede Rai Yoga (44), membantai bos showroom, Yudianto (49) dan Yeni Suryawati, berlatar-belakang sakit hati, diragukan. Keluarga korban menganggap bahwa pembantaian itu bukan bermotif sakit hati, tapi dendam pribadi.

Joni, rekan Yudianto mengatakan, apa yang diakui tersangka AA Gede Rai Yoga kepada polisi tidak masuk akal. Melakukan pembunuhan terhadap kedua korban, hanya karena sakit hati.



Padahal, selama ini pasangan suami istri itu terlihat ramah dan santun kepada siapa, temasuk karyawannya sendiri. Lagipula, selama ini tersangka AA Gede Rai Yoga, sudah dianggap sebagai keluarga sendiri.

Joni yang ditemui Beritabali.com di showroom Anugerah Baru Motor terletak di Jalan Gatsu Barat nomor 5 Denpasar, Selasa (2/9), mengaku tidak percaya, tersangka-lah pembunuh sadis itu.

Bahkan, pada saat berada di lokasi kejadian, Minggu (31/8) sekitar pukul 01.00 dinihari, dia melihat tersangka menangisi kepergian korban. “Saya lihat dia (tersangka) menangis. Saya tidak curiga kalau dia pelakunya,” ujar Joni.

Joni menganggap tersangka Rai, adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Merekayasa pengakuan meski kedoknya sudah diketahui sebagai seorang pembunuh. “Dia jahat sekali. Sudah membunuh merekayasa pengakuan. Saya meragukan pengakuannya,” kata Joni.



Keraguan lainnya, Joni tidak percaya bahwa Yeni Suryawati (istri Yudianto) tega melempar uang kepada tersangka, saat meminjam uang senilai Rp 200 ribu. Sepengetahuan Joni, karakter Yeni tidak seperti itu. Selama berteman, Yeni dikenal wanita yang pendiam.

“Saya tidak percaya Yeni melempar uang ke tersangka. Saya sudah lama kenal dengan Yudianto dan istrinya. Setahu saya, istrinya pendiam kok,” sebut lelaki kurus asal Malang ini.



Di lain kesempatan, Joni menerangkan, jasad kedua rekannya, sejak Minggu (31/8) sudah dibawa ke rumah duka di Jalan Gotong Royong Taman Tonogo Prio Soedarmo, Malang. Kedua jasad pengusaha keturunan Tionghoa itu dibawa langsung anak semata wayangnya Bima, yang kini duduk di sebuah perguruan tinggi di Malang.

Rencananya, kedua jasad yang dibantai oleh tersangka di rumahnya di Jalan Gatsu Barat No 293 Denpasar, Jumat depan (5/9) akan dikremasi di Malang. “Saya masih ingat, terakhir kali bertemu dengan Yudianto, dia memberikan obat mata,” kenangnya.

Menjawab keraguan keluarga korban, Kasatreskrim Poltabes Kompol Rendra Redita Dewayana Sik mengakui banyak yang menghubungi Poltabes dan meragukan pengakuan tersangka. “Banyak pihak yang konfirmasi menyangkut hal itu (meragukan pengakuan tersangka),” ucapnya.

Ditegaskannya, polisi tidak berfokus pada motif pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka. Motif pembunuhan itu hanya sebatas alat pendukung bagi polisi, untuk memperluas penyelidikan di lapangan.

Yang paling utama dalam penyelidikan, polisi wajib menemukan bukti – bukti otentik, guna menjerat tersangka sebagai pelaku utama pembunuhan Yudianto dan Yeni.

“Motif hanya pendukung. Yang jelas kita telah menemukan bukti unsur permulaan yang cukup menjerat tersangka dalam pasal pembunuhan,” ungkapnya.

Di penyelidikan tersebut, jelas mantan Kanit Judi Susila Reskrim Polda Bali itu, polisi tidak menemukan adanya unsur perampokan. Jika tersangka mau, sudah barang tentu, harta benda korban disikat pasca kejadian.

“Coba lihat, di dalam mobil banyak barang-barang berharga. Di rumah ada kartu ATM, perhiasan korban masih melekat di leher. Kenapa dia tidak sentuh,” tanya Rendra balik. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami