Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
30% Terumbu Karang Bali Rusak
Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dari sekitar 65 kilometer persegi kawasan terumbu karang di Bali 30% diantaranya dinyatakan dalam kondisi rusak. Data ini terungkap dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh lembaga konservasi internasional The Nature Concervation (TNC).
Data TNC mengungkapkan terumbu karang yang kondisinya paling baik berada di kawasan Pulau Nusa Penida. Dimana dari 1200 hektar kawasan terumbu karang di Nusa Penida 75 persen diantaranya dalam kondisi baik.
Project Leader TNC untuk Nusa Penida Marthen Willy ketika ditemui beritabali.com di Sanur hari ini(3/9) menyebutkan sebagian besar kerusakan terumbu karang di Bali pada dasarnya lebih dominan disebabkan oleh aktivitas wisata bahari yang tidak ramah lingkungan
“Masih banyak pelaku wisata bahari yang belum peduli pada lingkungan, contoh di Nusa Penida dari 2 tempat penyelaman dalam satu hari bisa terdapat 17 speedboat di sana. Dari 17 speedboat hanya 2 yang tertambat di mooringboy, maka yang lainnya pasti buang jangkar,†kata Marthen Willy.
Marthen menambahkan, selain akibat aktivitas wisata bahari kerusakan terumbu karang di Bali juga disebabkan oleh penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dan pembuangan limbah yang bermuara ke laut.
Menurut Marthen trend kerusakan terumbu karang di Bali juga disebabkan oleh pembangunan yang marak terjadi di wilayah pesisir terutama pembangunan hotel dan fasilitas pariwisata lainnya. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3550 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1126 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 531 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 511 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun