Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 4 Mei 2026
Pameran Industri Ditutup, Omzet Menurun
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah 10 hari pameran industri kerajinan digelar, para peserta mengeluhkan penurunan omzet penjualan kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mereka menduga, hal ini disebabkan karena lokasi pameran dipindahkan dari di sebelah timur Kantor DPRD Jembrana ke tempat parkir pegawai Pemkab Jembrana yang letaknya di belakang Kantor Bupati Jembrana.
Salah seorang pedagang ketika ditemui Beritabali.com, Rabu (3/9) mengatakan pindahnya lokasi pameran ke parkir tersebut sangat berpengaruh terhadap berkurangya jumlah pengunjung dan berarti turunnya omzet penjualan.
"Yang datang ke pameran jauh menurun dibandingkan tahun lalu. Otomatis hal ini yang menyebabkan menurunnya omzet penjualan saya. Kalau dulu 90 persen barang saya laku terjual tapi sekarang 50 persen saja tidak ada," katanya seraya meminta agar nama dan alamatnya tidak dionlinekan.
Sedangkan peserta lainnya juga mengeluhkan kalau lokasi pameran ini merupakan salah satu penyebab omzetnya menurun. "Kalau dulu, orang yang akan menonton hiburan di Pura Jagatnatha kan harus memarkir kendaraannya di tempat parkir yang sekarang dijadikan lokasi pameran. Dalam perjalanan menuju ke pura, mereka pasti akan lewat di stand pameran. Nah, kemungkinan saat lewat tersebut mereka tertarik untuk melihat atau membeli produk yang dipamerkan," ujarnya.
Tapi, lanjutnya, sekarang orang jadi malas ke pameran karena lokasi parkir cukup jauh dari lokasi pameran. "Mereka lebih memilih langsung ke lokasi digelarnya hiburan karena lebih dekat dari tempat parkir ketimbang ke pameran," imbuhnya.
Yande, salah seorang peserta yang sudah 3 kali ikut pameran serupa, mengaku omsetnya juga menurun akibat dipindahnya lokasi pameran. "Pembeli memang jauh menurun dibanding tahun lalu. Mungkin akibat dipindahkannya lokasi pameran atau mungkin juga karena pengaruh hari Raya Galungan," ujar pengrajin aksesoris asal Desa Undisan, Bangli ini.
Yande mengharapkan hal ini bisa dijadikan bahan evaluasi untuk pameran di tahun-tahun mendatang. "Kalau bisa dikembalikan ke lokasi sebelumnya atau ke tempat lain yang lokasi parkir dan lokasi pameran berdekatan," imbuhnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 335 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 333 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 315 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang