Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Ketua Orari Bali Sentil Dewan
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kelakuan beberapa oknum anggota dewan yang sering menyimpang dari kode etik, mendapat perhatian serius dari Ketua Orari Daerah Bali, Nyoman Adnyana.
Menurut Adnyana, kelakuan menyimpang anggota dewan tersebut karena mereka telah melupakan kode etik yang seharusnya dipakai sebagai dasar pijakan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai anggota dewan.
Hal tersebut diungkapkan Adnyana saat menyampaikan sambutannya dalam Musyawarah Lokal (Muslok) VII Orari Lokal Jembrana yang berlangsung Minggu (14/9) di Hotel Bali Kuwi, Negara, Jembrana.
"Banyak organisasi yang telah melupakan kode etik termasuk DPRD Kabupaten maupun propinsi sehingga banyak anggotanya yang melanggar kode etik tersebut, terutama dalam kasus-kasus kesusilaan," sentil Adnyana.
Untuk itu, pihaknya mengharapkan seluruh anggota Orari harus mentaati kode etik yang telah digariskan untuk menjauhkan diri dari kesan arogan, terutama dalam melakukan penertiban terhadap pemakaian spektrum frekuensi amatir radio.
"Kalau melakukan penertiban harus selalu berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk menghilangkan kesan arogan. Kita harus professional, biarpun nama organisasinya amatir," tandasnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1995 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun