Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




49,14 %, Kasus HIV/AIDS di Kota Denpasar

Denpasar

Rabu, 17 September 2008, 13:10 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Tingginya kasus HIV di Kota Denpasar membuat Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya meningkatkan penanganan dan penanggulangan kasus HIV AIDS. Salah satunya adalah dengan dibukanya ”Klinik VCT (Voluntary Konselling And Testing) Jempiring Asri” yang ada di Puskesmas II Kecamatan Denpasar Selatan.

Dibukanya klinik ini adalah untuk mempermudah akses masyarakat untuk memeriksakan dirinya terkait dengan kasus HIV. Demikian disampaikan Wakil Walikota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Ketut Wisada, SE saat lounching klinik VCT di puskesmas II Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (17/9).



Wawali juga mengatakan, perkembangan kasus HIV yang terus meningkat, hingga Juli 2008 jumlah kasus HIV dan AIDS di Kota Denpasar mencapai 1.085 kasus dari 2.208 kasus yang ada di Bali. Itu berarti 49,14 % kasus ada di Kota Denpasar yang mana 95 % merupakan penduduk usia produktif.

Hal ini harus menjadi perhatian kita semua karena epidemi AIDS menjadi ancaman bagi kesehatan, berdampak pula pada kehidupan sosial, sumber daya manusia, pendidikan, keamanan politik dan ekonomi bahkan berdampak pula pada pembangunan daerah karena menyebabkan kematian generasi usia muda.



Kasus ini sering disebutkan sebagai fenomena gunung es, hanya permukaan saja yang terlihat. Hal ini terjadi karena HIV hanya bisa dideteksi dengan tes darah dan tidak memiliki ciri-ciri khusus. Untuk itu Pemerintah Kota Denpasar melalui KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) dan Dinas Kesehatan Kota Denpasar membentuk unit layanan VCT atau yang dikenal dengan test HIV sukarela yang merupakan pintu masuk untuk membantu setiap orang mendapatkan akses kesemua pelayanan baik komunikasi, informasi, edukasi, terapi dan dukungan psikososial.



Dr. Luh Sri Armini Kadis Kesehatan Kota Denpasar saat lounching juga menjelaskan, dengan dibukanya klinik ini diharapkan masyarakat akan lebih proaktif untuk memeriksakan dirinya. Jadi, di klinik VCT ini orang yang merasa pernah melakukan perbuatan resiko tinggi misalnya, menggunakan jarum suntik narkoba yang tidak steril, melakukan hubungan seks berganti-ganti pasangan tanpa kondom diharapkan mau memeriksakan status HIVnya.

Klinik ini sifatnya konseling dan tes sukarela sedangkan untuk pengobatannya pasien dirujuk ke tempat layanan VCT yang menyediakan ARV seperti VCT Sanglah, Wangaya dan Yayasan Kerti Praja. (ctg/*)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami