Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Arus Balik Mulai Tampak
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sehari setelah hari raya lebaran, arus balik para pemudik dimulai. Ribuan kendaraan dan penumpang mengalir masuk Bali melalui pelabuhan Gilimanuk.
Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, Jumat (3/10), setiap kapal yang berlabuh di Gilimanuk selalu memuntahkan sekitar 100-200 penumpang, 30-50 sepeda motor dan 10-20 mobil pribadi serta 3-4 bus AKAP.
"Sejak pagi arus balik pemudik sudah mulai ramai namun belum terlalu padat,"ujar Yandia, seorang pengurus bus.
Mulai padatnya arus balik pemudik ini, membuat kesibukan polisi yang bertugas di pos 2 atau pintu masuk Bali. "Hari ini arus balik sudah mulai padat, namun demikian pemeriksaan yang kita lakukan tetap ketat, untuk menutup celah pelaku kejahatan, barang terlarang maupun kendaraan bodong lolos masuk Bali," ujar Kepala KP3 Gilimanuk AKP I Nyoman Suparta seijin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Suardana.
Suparta menduga ledakan arus balik akan terjadi Sabtu (4/10) dan berlanjut sampai Minggu (5/10). "Mereka yang balik sekarang kemungkinan mereka yang asalnya dekat atau yang sudah harus segera bekerja,"ungkapnya.
Sementara itu petugas di pos pemeriksaan KTP juga tidak kalah sibuk untuk memeriksa identitas pendatang yang masuk Bali. Pemeriksaan KTP dilakukan secara manual lantaran scanner KTP rusak. Mereka yang tidak membawa KTP atau masa berlaku KTP nya habis ada yang dipulangkan ada juga diberikan lolos jika ada yang menjamin. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3517 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1125 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 523 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 500 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun