Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
ASDP Dorong Pelabuhan Ketapang Masuk PSN, Layanan Gilimanuk Ditingkatkan
BERITABALI.COM, BANYUWANGI.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang sebagai simpul utama penyeberangan Jawa-Bali. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, kendaraan, hingga distribusi logistik yang melintasi jalur Ketapang-Gilimanuk menuju Kabupaten Jembrana, Bali.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara jajaran Direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pertemuan itu membahas strategi pengembangan Pelabuhan Ketapang agar mampu mengimbangi peningkatan jumlah penumpang, kendaraan, serta aktivitas logistik di lintasan penyeberangan tersibuk di Indonesia tersebut.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menjelaskan pengembangan Pelabuhan Ketapang tidak hanya difokuskan pada peningkatan fasilitas pelabuhan, tetapi juga membangun sistem konektivitas yang terintegrasi.
Menurutnya, peningkatan kapasitas dermaga, pengaturan pola operasi kapal, penyediaan buffer area kendaraan, hingga penataan lalu lintas di luar kawasan pelabuhan harus dilakukan secara terpadu agar mampu mengakomodasi pertumbuhan arus penumpang dan logistik dalam jangka panjang.
"Pengalaman saat arus mudik Lebaran maupun libur sekolah menjadi pembelajaran penting. Ke depan, peningkatan pelayanan tidak cukup hanya mengandalkan optimalisasi operasional, tetapi juga membutuhkan penguatan infrastruktur dan tata kelola kawasan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan dukungan terhadap penyusunan masterplan pengembangan Pelabuhan Ketapang. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mendorong agar proyek pengembangan kawasan pelabuhan tersebut dapat ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, ASDP telah menyiapkan program pengembangan bertahap hingga tahun 2029. Program tersebut meliputi peningkatan kapasitas dermaga, optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area kendaraan logistik, pembangunan akses penghubung, hingga pembangunan dermaga baru untuk memperlancar operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Selain itu, peningkatan kapasitas sejumlah dermaga mulai dilakukan pada tahun ini sebagai langkah antisipasi terhadap terus bertambahnya volume kendaraan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa penyeberangan.
Heru menegaskan keberhasilan transformasi Pelabuhan Ketapang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga instansi terkait. Penataan kawasan pelabuhan, pengembangan buffer zone, serta pengelolaan lalu lintas di luar pelabuhan menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien.
"Pelabuhan Ketapang bukan hanya gerbang penyeberangan Jawa-Bali, tetapi juga simpul strategis yang menopang konektivitas nasional. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sinergi seluruh pihak agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat maupun dunia usaha dalam jangka panjang," kata Heru.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3517 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1125 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 523 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 500 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun