Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Sidang di Tempat Picu Kontroversi
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ide melakukan sidang di tempat terhadap penduduk pendatang (duktang) yang bodong memancing kontroversi antara anggota DPRD Jembrana dengan warga masyarakat. Pihak legislatif menganggap sidang di tempat rawan pungli di sisi lain warga masyarakat malah sebaliknya.
Masyarakat menilai dengan adanya aturan yang jelas, saat ada duktang yang terciduk lantaran tidak membawa identitas diri maka duktang tersebut akan segera mendapat keputusan melalui sidang di tempat tersebut.
"Apa dia dipulangkan atau dikenakan sanksi lainnya," ujar Yudi, salah seorang warga Desa Tegalbadeng Timur, Negara, Kamis (9/10). Lanjutnya, sistem seperti itu akan menutup celah pungli karena sidang di tempat melibatkan berbagai unsur.
"Celah pungli saya kira cukup sempit lantaran banyak unsur yang terlibat dalam proses sidang di tempat tersebut," terangnya. Menurutnya kalau sistem sidang ditempat tidak dilakukan, pungli malah akan tumbuh subur. "Kalau sidang di tempat tidak dilakukan, saya khawatir kalau pungli malah makin subur,"tandasnya.
Yudi menambahkan, ketika sistem sidang di tempat diterapkan hendaknya dipikirkan lebih dulu substansi dan teknis dari sistem tersebut. "Sebelum diberlakukan sebaiknya dipikirkan dulu teknis dan substansi sistem tersebut.," tambahnya. Yudi mengharapkan pemeriksaan ketat juga dilakukan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
"Kalau di Ketapang sudah ketat, tidak mungkin ada duktang bodong masuk Bali melalui Gilimanuk," harap Yudi.
Sementara itu, Anggota DPRD Jembrana, Wahyu Eko Widianto, Kamis (9/10), mengatakan dirinya tidak sependapat dengan sistem sidang di tempat tersebut. Menurutnya kalau ada duktang yang ketahuan tidak membawa identitas diri bisa langsung dipulangkan. "Kalau duktang yang tidak lengkap kan bisa langsung dipulangkan sehingga petugas tidak perlu meminta sesuatu (pungli,red) kepada duktang tersebut," ujar Wahyu.
Dirinya juga mengakui ada dilema ketika duktang bodong terpaksa harus dipulangkan apalagi yang asalnya dari jauh. "Kadang kasihan juga dengan duktang yang asalnya dari jauh padahal dia sudah sampai di Gilimanuk. Hal seperti ini bisa memancing iba petugas untuk meloloskannya," terangnya.
Namun bagi Wahyu, hal tersebut tidak bisa menjadi alasan pembenar untuk meloloskan duktang bodong tersebut. "Pokoknya bila ada duktang bodong, sebaiknya dipulangkan," pungkasnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8321 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5752 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3598 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2433 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar