Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Canangkan Tonggak Kepeloporan Sastra Bali Modern
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Temuan monumental perkembangan Satra Bali Modern melalui hasil karya Made Pasek Satrawan asal Banjar Paketan Buleleng, berangka tahun 1913, akhirnya mencanangkan sebuah tonggak kepeloporan Sastra Bali Modern baru.
Made Pasek dengan karya-karyanya, Tjatur Perenidana (1913) juga mampu mengeser temuan tonggak satra bali modern sebelumnya yang berangka tahun 1931 berupa karya roman Nemoe Karma yang ditulis Wayan Gobyah, guru kelahiran Panjer Denpasar.
Hal itu terungkap Sabtu (18/10) dalam Seminar Kepeloporan Made Pasek dalam Kehidupan dan Perkembangan Sastra Bali Modern di Bali, di Wantilan Laksana Budaya RRI Singaraja.
“Sepanjang belum ada data real yang menunjukkan adanya karya yang terbit sebelum 1931, wajarlah pemerhati, pengkaji perkembangan sastra bali modern menyebut Wayan Gobyah sebagai pengarang dan perintis sastra bali modern, namun sekarang dengan temuan karya-karya Made Pasek dari Buleleng, semua dimentahkan dengan hadirnya data faktual tersebut,†ungkap Gede Artawan, Koordinator Dermaga Seni Buleleng (DSB) pemerakarsa seminar tersebut.
Kepeloporan Made Pasek dibandingkan dengan Wayan Gobyah juga dilihat dari konteks kesejarahan pergerakan pemuda dengan memberi kontribusi memadai sebagai sebuah cikal bakal pergerakan.
â€Walaupun secara tematis, karya-karya Made Pasek tidak mengarah pada kecenderungan spirit kebangsaan, namun diselipkan tata nilai yang menyangkut pesan moral dan etika dalam setiap karyanya,†ujar Artawan.
Selain menghadirkan Gede Artawan dari Akademisi sebagai pembicara, dalam seminar sehari itu juga menghadirkan Gede Dharna dari unsur seniman yang melihat sosok Made Pasek sebagai perintis kehidupan sastra bali anyar. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun