Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dosen dan Guru Besar Laporkan Rektor ISI ke Kejati Bali

Renon

Senin, 27 Oktober 2008, 17:49 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Puluhan dosen dan Guru Besar Institut Seni Indonesia atau ISI Denpasar, Senin (27/10) mendatangi gedung Kejati Bali. Kedatangan mereka ke Kejati untuk menuntut agar kasus dugaan korupsi ratusan juta rupiah yang dilakukan Rektor ISI Denpasar ditangani secara lebih serius dan tuntas.

 


Setibanya di gedung Kejati Bali, puluhan dosen dan guru besar ini berniat masuk ke dalam gedung untuk bertemu Kepala Kejaksaan Tinggi Bali. Namun niat ini tidak kesampaian. Mereka akhirnya hanya diterima Wakil Kejaksaan Tinggi Bali, Soedibyo, di luar Gedung Kejati Bali.

 


Di depan Soedibyo, perwakilan dosen dan guru besar ISI Denpasar kemudian menyampaikan berkas yang berisi data dugaan korupsi senilai Rp 636 juta, yang diduga dilakukan oleh Rektor ISI Denpasar I Wayan Rai. Namun berkas ini ditolak Wakajati dengan alasan kasus ini sudah ditangani Kejaksaan Negeri Denpasar.


Wakajati Bali juga menolak untuk diajak berdialog lebih lanjut dan mendengarkan keterangan para dosen dan guru besar. Setelah ditolak berdialog dan melakukan orasi, para dosen dan guru besar memilih duduk di halaman gedung Kejati Bali.

 


Kedatangan kami ke sini untuk meminta Kejaksaan Tinggi Bali agar segera menindaklanjuti kasus dugaan korupsi di ISI Denpasar. Dana sebanyak 636 juta itu sudah jelas tidak ada laporan pertangungjawabannya, kata Guru Besar ISI Denpasar, Prof. Sedana.


Dana 636 juta rupiah yang dikorupsi merupakan dana hibah untuk 3 jurusan yang ada di Denpasar yakni dalang, seni rupa murni, dan tari, dengan nilai total sebesar 3 milyar rupiah, imbuh Sedana.

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami