Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kadin Bali: Media Jangan Jadi Alat Propaganda Teroris

Kamis, 6 November 2008, 19:05 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pemerintah Indonesia tidak bisa memberikan rasa aman kepada warga Indonesia dan warga asing. Sikap pemerintah dinilai lembek dan membiarkan terpidana mati bom Bali menyebarkan teror menciptakan keresahan.

 

 

"Kita mohon media tidak memblow up berita mengenai pelaku Bom Bali seperti seorang pahlawan," ujar Ketua Kadin Gede Wiratha, Kamis (6/11).

Menurutnya, berita-berita yang ditayangkan sejumlah stasiun elektronik dan cetak seperti teror yang membuat pelaku bisnis pariwisata dan wisatawan takut.

"Siapa bilang pariwisata Bali tidak terpengaruh, siapa juga bilang kunjungan asing ke Bali hanya turun 10 persen. Lihat sekarang jalan-jalan di Kuta jadi sepi," ujarnya prihatin.

Dikatakan, sikap pemerintah yang terlalu lembek dan tidak tegas adalah ancaman bagi bangsa. Eksekusi pelaku bom Bali yang terus diundur menjadi bukti lemahnya pemerintah kita.

Makin sering diberitakan berita mengenai pelaku bom Bali akan menciptakan militan militan buru. Buktinya beberapa kalangan terang-terangan mendukung tindakan pelaku bom.

 

 

"Mereka (pelaku bom-red) dianggap sebagai pahlawan. Ini sangat mengerikan bagi kita," tegasnya. Ia berharap media di Indonesia lebih bijak dalam mengangkat berita-berita sensitif. "Media di Indonesia terlalu bebas. Sebebas apapun kebebasan pers harus ada rambu-rambu yang harus diikuti. Amerika sebagai negara liberal pun masih menerapkan rambu-rambu mengenai jurnalistik," katanya.

Wirata menyatakan tidak ingin media di Indonesia justru menjadi alat propaganda para teroris. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami