Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tinggi, Tingkat Pencemaran Sungai Ijogading

Jumat, 14 November 2008, 17:43 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Dari hasil penelitian, ternyata Sungai Ijogading yang membelah kota Negara ternyata memiliki tingkat pencemaran yang cukup tinggi. Bahkan, semakin ke muara, tingkat pencemarannya semakin tinggi. Penelitian tersebut juga merekomendasikan kalau air di sungai Ijogading sudah tidak layak untuk mandi apalagi diminum. Penyebab tingginya tingkat pencemaran adalah ulah limbah rumah tangga yang langsung dibuang ke sungai.

 

Hal tersebut diakui oleh Kabid Lingkungan Hidup, Ketut Wiratma, Jumat (14/11). Menurutnya limbah kotoran manusia menyebabkan air di sungai Ijogading mengandung bakteri e-coli yang bila dikonsumsi dapat membahayakan manusia.

"Sebagian besar warga yang tinggal di sepanjang lintasan sungai Ijogading terutama yang berada di bantaran sungai, tidak memiliki septic tank. Sehingga banyak warga yang langsung membuang kotoran itu ke sungai,"terangnya. Selain itu, lanjutnya, sampah yang memenuhi sungai tersebut merupakan salah satu penyebab tingginya tingkat pencemaran.

 

"Disinilah peran aktif kepala lingkungan (kaling)/kepala dusun (kadus) serta desa/kelurahan sangat diperlukan untuk memberikan pembinaan kepada warganya," ujarnya.

Menurutnya, Dinas PULH sendiri hanya bisa memberikan program penunjang untuk menekan pembuangan limbah kamar mandi ke sungai, misalnya dengan membangun WC umum atau tempat sampah. "Kuncinya tetap kepada kesadaran masyarakat. Kalau tidak sadar ya tetap saja tidak bisa bersih," ucapnya. Tambahnya, perubahan siklus alam juga merupakan salah satu faktor meningkatnya pencemaran. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sas



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami