Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Pakai Mesin Sekson, Jabang Bayi Dilebur Jadi Darah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aksi kuret-kuret aborsi ala drg Arik sangat mencegangkan. Bayangkan saja, jabang bayi milik Koming Asih dilebur jadi darah sebelum dibuang. Bagaimana aborsi dilakukan drg Arik ?
Kapolsek Densel AKP Ganefo menjelaskan, malpraktek aborsi bermula dari perselingkuhan yang dilakukan Gusti Suartama dan Ni Nyoman Koming Asih. Mereka dikabarkan, sudah menjalin hubungan selama setahun. Dari hubungan gelap tersebut, Koming Asih hamil 3,5 bulan.
Hanya saja, Gusti Suartama yang bekerja sebagai satpam ini, telah memiliki keluarga dan anak. Apa lacur, Suartama tidak mau bertanggung-jawab.
Pasangan ini panik dan mencari jalan keluar yakni aborsi. Selanjutnya, tersangka Suartama pun mengajak Koming Asih ke rumah drg. Arik di Jalan Petanu Gang Gelatik No. 5, Sidakarya, Denpasar Selatan, untuk menggugurkan kandungan.
Dari pengakuan tersangka drg Arik, korban bersama pacarnya datang ke kediamannya sebanyak tiga kali. Pertama pada 12 November, namun permintaan korban ditolak. Begitu juga kedatangan sejoli ini untuk kedua kalinya pada 13 November.
Karena didesak, untuk ketiga kalinya, tersangka drg Arik menyanggupi mengaborsi korban.
Praktek aborsi dilakukan hingga janin korban terangkat. Sementara menurut pengakuan pelaku, orok atau calon jabang bayi itu disedot dan dilebur menggunakan mesin yang disebut sekson atau sejenis mesin generator hingga menjadikan calon manusia itu lebur menjadi darah.
Cara operasi disedot dengan mesin sekson itu, kemudian terlebur menjadi darah,†paparnya.Cara operasi aborsi itu, kata dia, sebuah selang pipa dihubungkan di vagina pasien kemudian mesin itu otomatis menyedot serta menguras isi dalam perut korbannya.
Tak lama menguret, lalu, pasien diberi obat anti biotik. Beberapa obat anti biotik itu diantaranya adalah obat merk Bimastan, Bimaplok dan lainnya..
Selain itu, dalam melakukan operasi pembunuhan janin itu, butuh waktu kurang dari 15 menit. Dalam pengakuan tersangka, dia memasang tarif sekitar Rp 4,5 juta.
Tragisnya, usai perut dikuret, korban mengalami pendarahan hebat dan akhirnya meninggal dunia sebelum diajak ke RSUD Tabanan.
Polres Tabanan menangkap tersangka Suartama di Tabanan dan aib aborsi pun terbongkar. Polres Tabanan akhirnya berkoordinasi dengan Polsek Densel terkait kasus itu. Hingga akhirnya menangkap drg Arik di rumahnya, Sabtu (15/11) malam.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3830 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1775 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang