Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Razia Pendatang, Malah Dapat Pedang
BERITABALI.COM, TABANAN.
Razia penduduk pendatang yang tidak memiliki KTP terus dikebut jajaran Dinas Kependudukan Catatan Sipil Tabanan beserta tim gabungan yakni polsek Kediri, Camat, Satpol PP, aparat desa, dan TNI.
Razia yang digelar di wilayah Desa Banjar Anyar, Kediri, Selasa tengah malam (25/11) hingga Rabu dinihari mendapatkan satu bilah pedang milik warga.
Pedang tesebut kini telah diamakan di Mapolsek Kediri. Kapolsek Kediri AKP IGAP Suinaci yang dihubungi membenarkan penemuan sebilah pedang milik salah satu warga.
"Untuk sementara barang bukti berupa sebilah pedang tersebut telah kita amankan, pemiliknya juga akan mintai keteranganya terkait kepemilikan benda tesebut," jelasnya.
Razia yang digelar mulai malam hari itu berhasil menjaring 16 penduduk pendatang yang tidak memiliki kartu identitas diri. Duktang tersebut langsung digiring ke Kantor Desa Banjar Anyar untuk kemudian mengurus kartu identitasnya masing-masing.
Dari 16 penduduk pendatang yang terjaring opersi, sebanyak 9 orang langsung mengurus kartu identitas surat tanda pendaftaran penduduk tinggal sementara dan 7 orang mengurus kartu identitas penduduk pendatang sementara (kipps).
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2928 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun