Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Teler Berat, Enam Pemuda Adu Jotos

Minggu, 30 November 2008, 20:42 WITA Follow
Beritabali.com

ilustrasi/google

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Enam pemuda yang awalnya pesta minuman keras (miras) di tempat kos, tiba-tiba berkelahi. Mereka saling adu jotos karena persoalan sepele.

 

Enam pemuda yang awalnya pesta minuman keras (miras), tiba-tiba berkelahi. Mereka saling adu jotos karena seorang pemuda menghabiskan arak yang hanya tinggal segelas lagi.

Perkelahian, Minggu (30/11) pagi nyaris menggunakan senjata tajam, jika tidak segera diamankan polisi Polsek Dentim.Perkelahian enam pemuda terjadi di sebuah kamar kos-kosan di Jalan Akasia nomor 9 Denpasar.Akibat amukan enam pemuda mabuk itu, rumah kos-kosan amburadul. Kaca nako pecah, piring pecah berserakan. Tak urung, kejadian itu membuat penghuni kos panik dan berlarian menyelamatkan diri.

Informasi dihimpun di lapangan, enam pemuda yang diamankan itu adalah Alit Semara (19) tinggal di TKP (tempat kejadian perkara), Putu Gede Mahardika (16) beralamat di Jalan Narakusuma 57, Denpasar, Made Alit Gunawan (17) tinggal di jalan Pandu 12 dan Dewa Budana (17), Batu Bulan Gianyar.

Peserta pesta miras lainnya adalah dua kakak adik yakni, Kadek Juvi Cahyono (17) dan Dodit (19).Keenam teman akrab itu sekira pukul 07.30 Wita, pesta minuman keras (miras), di rumahnya Alit Semara di kamar kos nomor 5. Mereka mulai minum secara bergiliran.

Di akhir pesta miras tersebut, minuman tinggal satu gelas. Kali ini adalah giliran Alit Gunawan untuk menghabiskan.Namun karena sudah mabuk berat, Alit menolak gelas yang disodorkan Juvi dan membuat Juvi marah.

“ Mereka mau pulang, Juvi memaksa Alit minum gelas yang berisi arak,”jelas warga setempat.

Lantaran Alit tetap menolak, Juvi tersinggung dan terjadilah cekcok mulut. Mengetahui ada selisih paham, Dodit melerai dan meminta adiknya agar tidak ribut-ribut.

Karena Juvi tetap marah, tanpa diduga, Dodit langsung memukul adiknya dengan pukulan telak. Akibatnya, kepala Juvi membentur tembok dan seketika darah segar mengalir dari kepala bagian belakang.

 

Perkelahian kakak adik itu memanas. Enam pemuda yang sedang teler, tiba-tiba mengamuk, saling gebrak meja. Saling lempar pun terjadi. Piring yang awalnya untuk makanan ringan, berterbangan kesana – kemari.

Penghuni kos yang awalnya tak menyangka ada keributan, berlarian. Mereka takut terkena lemparan ‘piring terbang’.

Apes, salah satu kaca nako di kamar kos, pecah berantakan, terkena lemparan ‘piring terbang.’ Lemparan tak karu-karuan itu juga membuat genting rusak dan pecah.

“Kami kira dikeroyok satu orang, tapi ternyata mereka saling pukul dan saling lempar piring, piringnya pun berterbangan,” ujar Diah, wanita yang tinggal di lantai dua.

Aparat kepolisian Polsek Dentim yang menerima informasi kericuhan, bergerak cepat dan mengamankan enam pemuda itu dan sebuah sarung samurai.

Kapolsek Denpasar Timur AKP Gede Ariantha di lokasi kejadian menerangkan, pemicu perkelahian karena enam pemuda mabuk.

“Dugaannya, karena kebanyakan minum mereka masih diproses,” jelasnya. 
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami