Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sesat Pikir, Serahkan Danau Buyan Pada Investor

Denpasar

Senin, 19 Januari 2009, 17:49 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Sinyal Gubernur Bali untuk menerima investasi di Danau Buyan, Pancasari, Kabupaten Buleleng, nampaknya telah mulai terlihat. Dengan alasan untuk melestarikannya, Gubernur Bali malah menyerahkan pengelolaan Danau Buyan kepada investor. Memberikan konsesi kepada investor di Danau Buyan dengan alasan diatas adalah sebuah sesat pikir. Karena saat ini Bali justru membutuhkan perhatian serius untuk menata ulang sendi-sendi lingkungan hidup yang sudah rusak, bukan justru melemparkan tanggung jawab ini kepada investor.

Demikian dikatakan Agung Wardana, Direktur WALHI Bali, Senin (19/01), menanggapi rencana pemberian rekomendasi kepada PT. Anantara untuk membangun infrastrukutr pariwisata di Danau Buyan

Saat ini ada dua proyek besar yang meresahkan dan berpotensi meyebabkan kerusakan ekosistem Hutan Dasong dan Danau Buyan, yakni Villa PT. Nikita dan PT. Nusa Bali Abadi yang akan mengembangkan pariwisata alam di Bumi Perkemahan Buyan II. Khusus untuk proyek PT. NBA mendapatkan penolakan yang serius oleh masyarakat di Catur Desa yang merupakan pengempon kawasan suci Hutan Dasong Danau Buyan dan Danau Tamblingan.

“Jika Gubernur memberikan rekomendasi kepada PT. Anantara, berarti Gubernur menambah kompleks konflik yang telah terjadi dan membuka peluang pengkapling-kaplingan kawasan danau atas nama konservasi” ungkap Agung Wardana.

Danau Buyan adalah merupakan rumah kedua bagi para aktivis lingkungan, Mapala, Sispala, dan masyarakat karena terdapat bumi perkemahan dan aksesnya terbuka bagi siapa saja. Jika konsesi diberikan kepada investor, maka Danau Buyan hanya akan dapat dinikmati oleh segelintir orang yang mampu membayar saja.

“Rasisme lingkungan hidup tengah meluas di Bali ini. Dimana masyarakat lokal tidak memiliki akses untuk menikmati lingkungan hidupnya, karena hal tersebut dijual secara eksklusif yang diperuntukkan bagi para turis berduit semata. Apakah kondisi ini yang disebut dengan Bali Mandara?,” sindir Agung. 


Untuk menyelamatkan Danau Buyan bukanlah dengan jalan menyerahkan pengelolaannya pada investor yang jelas-jelas berwatak mengeruk keuntungan. Jalannya adalah justru menghentikan investasi masuk ke kawasan-kawasan penting dan genting bagi Bali, yakni kawasan hulu. "Jika kawasan hulu kendalikan oleh nafsu ekonomi akan mempercepat kerusakan dan selanjutnya krisis lingkungan yang akan semakin parah. Baru satu minggu Bali mengalami banjir besar, masak begitu cepat kita lupa apa yang menyebabkan,"pungkas Agung. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami