Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




‘Bajingan Lampu Merah’ Beraksi di SDN 2 Bajra

Selemadeg

Minggu, 8 Februari 2009, 19:11 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Aksi premanisme mulai merambah sekolah dasar. Seperti yang
terjadi di SDN 2 Bajera, Kecamatan Selemadeg. Keberadaan preman tingkat SD ini sejatinya telah lama, namun baru ketahuan karena ada keluhan dari orang tua murid, yang tidak tahan anaknya dijadikan korban pemerasaan preman-preman ingusan.

"Saya terpaksa memindahkan anak saya ke SD lainnya, karena tidak mau anak saya menjadi korban preman-perman sekolah," jelas salah seorang orang tua murid, Minggu (8/2).

Orang tua murid ini menuturkan, suatu ketika anaknya pernah mengadu kalau dimintai uang oleh beberapa kakak kelasnya. Kalau tidak dituruti, anaknya diancam akan dipukul.

Karena tidak mampu melawan, akhirnya uang bekal anaknya diserahkan kepada kelompok preman tersebut.

Orang tua murid yang enggan disebut namanya ini juga mengatakan sudah pernah melaporkan kejadian itu ke pihak sekolah, namun hingga kini tidak ada tindak lanjut dari sekolah.

Keberadaan preman di SDN 2 Bajra kini semakin berani dengan menyebut diri sebagai kelompok ‘Bajingan Lampu Merah’.

"Sudah beberapa kali terjadi tawuran antar kelompok. Dinas Pendidikan harus segera bertindak," ujarnya lagi.

Tidak hanya di SDN 2 Banjra, aksi premanisme yang dilakukan siswa sekolah juga terjadi di SMPN I Selemadeg Tabanan.

Jika di SDN 2 Bajra kelompok preman menyebut dirinya Bajingan Lampu Merah, maka kelompok preman di SMPN I Selemadeg menamakan diri mereka ‘Mad Student’.

UPTD Dinas Pendidikan dan Olah Raga Selemadeg sebenarnya sudah dilaporkan terkait munculnya preman di sekolah-sekolah.

"Tidak ada tindakan apapun dari UPTD," jelas sumber beritabali.com.


Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disppora) Tabanan I Wayan Adnyana saat dikonfirmasi Minggu (8/2) menyatakan akan memanggil kepala UPDT dan Kepala SDN2 Bajra. Keduanya terancam dicopot dari jabatanya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami