Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
DPRD Karangasem Didominasi Wajah Baru
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Hasil pemilu 9 April 2009 lalu akan membawa suasana dan pengaruh baru terhadap dinamika di tubuh DPRD Karangasem. Bagaimana tidak, jika melihat hasil perolehan suara sementara di empat daerah pemilihan atau DP, tampaknya akan didominasi wajah-wajah baru.
PDI-P yang pada pemilu 2004 lalu meraih 16 kursi di DPRD Kabupaten Karangasem, tampaknya pemilu kali ini merosot menjadi 15 kursi. Dari 15 kursi, hanya 6 yang merupakan orang lama yaitu Pandu Prapanca Lagosa SH MH, I Gede Dana, Nyoman Oka Antara, Wayan Diarsa dan Made Wirta. Sisanya merupakan wajah baru yaitu Wayan Sumerta, IGA Mas Sumantri, Wayan Suastika, Wayan Sumatra, Nyoman Winata, dan Komang Rai Antara.
Sedangkan Golkar, pemilu kali ini mengalami lonjakan kursi, dari enam menjadi sebelas kursi meki hanya mampu mempertahankan 1 muka lama yaitu I Gede Suartama alias Boncel. Sisanya merupakan pendatang baru seperti Nyoman Celos, Sekep Ariana, Wayan Tama, Nyoman Mudana, Gusti Agung Dwi Putra, Wayan Musna, Suartaka dan Komang Suartika.
Begitu juga dengan Demokrat, dari 2 kursi melonjak menjadi 3 kursi dengan 1 muka lama yaitu IB Mahadewa ditambah 2 muka baru yaitu Wayan Suparta dan Agung Puspada.
Sedangkan PKPI masih bertahan 2 kursi dengan muka lama yaitu I Nengah Darma dan Wayan Parka. Begitujuga dengan PKPB dari 4 kursi merosot menjadi 3 kursi dengan mempertahankan 3 muka lama, yaitu Nengah Suardana, Geria dan Sunarta. Untuk PIB, hanya mampu mempertahankan satu kursi dan menyisakan kader lamanya I Gede Tamu Sugiantara.
Dari 40 anggota DPRD periode 2009-2014 lebih banyak didominasi muka-muka baru yang akan diperebutkan oleh partai-partai baru seperti PNI-M, Hanura, Gerindra dan lainnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun