Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Bupatipun Tidak Boleh Masuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Suasana hari pertama digelarnya Ujian Nasional (UN) di Jembrana terasa cukup ketat. Panitia Pelaksana UN tampaknya berupaya meminimalisir terjadinya pelanggaran sehingga tidak satupun orang selain pengawas ujian diijinkan masuk ke ruang ujian termasuk orang nomor satu di Bumi Makepung Jembrana, I Gede Winasa yang turun langsung memantau pelaksanaan UN tersebut, Senin (20/4).
Winasa memulai pemantauan dari SMAN 1 Negara, yang disambut oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Negara, I Wayan Astawa. Sambil berjalan menuju ke ruang ujian, Astawa membisikkan kalau siapapun selain pengawas ujian tidak boleh masuk ke ruangan ujian.
“Mohon maaf Pak Bupati, siapapun selain pengawas tidak boleh masuk ke ruangan,” ujarnya kepada Winasa. Mendengar penjelasan Astawa, Winasa mengatakan kalau dirinya tidak mau mengganggu pelaksanaan UN dengan melanggar aturan tersebut.
“Iya, saya ikut saja aturannya. Saya tidak mau mengganggu pelaksanaan UN,” tandasnya. Winasa yang ditemani Astawa berkeliling ke seluruh ruangan untuk melihat jalannya pelaksanaan UN di hari pertama. Winasa menepati janjinya dengan hanya melihat pelaksanaan UN dari balik jendela maupun dari pintu masuk.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Dikporabudpar), A.A. Gede Putrayasa, saat ditemui di sela-sela mendampingi Winasa dalam pemantauan mengatakan di Jembrana, UN tahun ini diikuti oleh 2.884 siswa setingkat SMA yang terdiri dari 2.112 siswa SMA/MA dan 772 siswa SMK.
“Untuk meminimalisir kecurangan UN, pengawas ujian diberlakukan sistem silang artinya guru pada satu sekolah tidak mungkin mengawasi anak didiknya pada sekolah yang sama,”terangnya.
Selain itu, kata Putrayasa, pelaksanaan UN juga melibatkan pemantau independen dari Universitas Ganesha (Undiksha) Singaraja. Sedangkan, imbuh Putrayasa, UN akan dilaksanakan selama 5 hari untuk SMA/MA dengan mengujikan 6 mata pelajaran dan 3 hari untuk SMK dengan 3 mata pelajaran yang diujikan. “Bagi yang halangan dapat mengikuti ujian susulan yang akan dilaksanakan pekan depan,” ujar Putrayasa.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3862 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang