Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cair, Tunjangan Perumahan Dewan Dipangkas Separuh

Jumat, 8 Mei 2009, 17:25 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Setelah sempat ngadat sejak bulan Januari lalu, akhirnya tunjangan perumahan (TP) untuk anggota DPRD Jembrana cair juga. Namun 27 anggota dewan tersebut terpaksa tersenyum kecut lantaran TP yang diterima dipangkas separuh lebih dari nilai yang disodorkan dewan dalam APBD.

Dari informasi yang dikumpulkan, TP ini hanya diperuntukkan oleh anggota dewan saja karena pimpinan dewan, yakni ketua dan 2 wakil ketua sudah diberikan fasilitas rumah dinas.

Sayangnya, tiga rumah dinas yang disiapkan untuk pimpinan dewan tersebut, sejak selesai dibangun hingga kini tidak pernah ditempati. Sejatinya, nilai TP yang disodorkan dewan dalam APBD besarannya Rp. 7,1 juta/bulannya, namun oleh pihak eksekutif dinilai terlalu besar sehingga untuk untuk menilai besaran tunjangan rumah dinas yang pantas diberikan untuk anggota dewan di Jembrana, eksekutif menurunkan tima presial.

Dari kajian tim apresial yang dituangkan dalam SK Bupati, akhirnya eksekutif memutuskan besaran tunjangan rumah dinas tersebut senilai Rp. 3,25 juta/bulannya.

Sementara itu, sejumlah anggota dewan yang sempat khawatir haknya itu tidak bisa dinikmati, kompak mengaku lega lantaran apa yang menjadi haknya sudah bisa dinikmati. Untuk 5 bulan, masing-masing anggota dewan mengantongi TP sebesar Rp. 16,25 juta.

“Kami tidak menuntut besarnya harus sama dengan yang dianggarkan dalam APBD, berapapun besarnya kami tidak masalah asalkan sudah sesuai sengan kelayakan dan kepatutan, kami hanya minta hak kami diberikan,”ujar anggota dewan yang enggan namanya ditulis.

Bupati Jembrana, I Gede Winasa ketika ditemui, Jumat (8/5) mengatakan besaran TP tersebut dibuat berdasarkan kajian dari im apresial. “Saya hanya mengesahkan saja melalui SK,” tandasnya. Menurut Winasa, nilai yang diajukan oleh tim apresial itu merupakan harga sewa rumah yang tertinggi di Jembrana sesuai dengan ukuran rumah yang dipersyaratkan dalam aturan.

“Nilai itu merupakan harga sewa rumah termahal di Jembrana yang sesuai dengan standar rumah untuk anggota dewan,” imbuhnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami