Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dewan Jembrana Sidak Pabrik Es

Pengambengan

Sabtu, 9 Mei 2009, 00:20 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kendatipun masa jabatan DPRD Jembrana periode 2004-2009 tinggal dalam hitungan bulan lagi, namun wakil rakyat ini makin garang mengkritisi proyek-proyek yang dibangun oleh eksekutif. Ini dibuktikan dengan turunnya anggota dewan ke Desa Pengambengan, Negara untuk menengok pabrik es yang dibangun dari DAK tahun 2008 lalu.

Dalam sidak yang dipimpin oleh Ketua Komisi B, I Nyoman Suheng Kusumayasa, Jumat (8/5) diawali dengan adanya informasi kalau pabrik es tersebut dibangun tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

Menurut informasi tersebut, sejatinya bangunan dan mesin pembuat es dianggarkan Rp. 2,6 miliar namun dalam prosesnya anggaran tersebut dipotong sebesar Rp. 900 juta sehingga praktis anggaran yang digunakan hanya Rp. 1,7 miliar saja.

Sayangnya, ketika sidak sampai di lokasi, anggota dewan tidak menjumpai satupun karyawan yang ada sehingga dewan hanya melihat kondisi bangunan dan pabrik es yang ada didalamnya. “Saya kira informasi yang saya terima benar. Secara logika bangunan dan mesin pabrik es yang diduga mesin bekas ini tidak mungkin sampai senilai Rp.1,7 miliar, apalagi tidak termasuk tanahnya,”ujar Firlinand Taufik, anggota komisi B yang ikut sidak.

Imbuh Firlinand, selain bangunan dan isinya tidak mencerminkan senilai Rp. 1,7 miliar, juga kapasitas produksinya kecil sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan es untuk nelayan di Pengambengan. “Selain fisiknya kecil, hasil produksinya juga kecil sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan es untuk nelayan,”ungkapnya.

Suheng menambahkan dirinya mengaku pernah mendengar selentingan kalau bangunan dan mesin pabrik es ini hanya menghabiskan dana Rp.800 juta saja. “Kalau benar kemana sisa anggarannya lagi,” tandasnya.

Menurut Kusumayasa, pabrik es itu sangat dibutuhkan oleh nelayan namun dengan kapasitas produksinya kecil, keberadaan pabrik es ini tidak banyak membantu. “Ada dugaan ketidakberesan dalam pembangunan pabrik es ini,” terangnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami