Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Depresi, Nelayan Gantung Diri

Pengambengan

Selasa, 26 Mei 2009, 17:13 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Deretan korban gantung diri di Jembrana kian panjang. Kali ini aksi bunuh diri dengan menjerat leher dilakukan Faturahman (30), nelayan warga Dusun Ketapang Muara, Pengambengan, Negara yang ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali plastik di lambang rumahnya, Selasa (26/5).

Dari informasi yang dikumpulkan, aksi nekad Faturahman menghabisi nyawanya dengan gantung diri diduga dilatarbelakangi karena depresi setelah keadaan ekonominya morat marit sejak dia tidak bisa melaut karena kondisinya yang
sakit-sakitan.

Lantaran kondisi ekonominya yang morat-marit, ayah dua anak ini ditinggal pergi oleh istrinya dan anak keduanya ke Medewi, Pekutatan sejak 2 bulan yang lalu. Kejadian yang beruntun itu membuat Faturahman yang sehari-harinya hidup dengan anak pertamanya menderita depresi berat bahkan sudah mengarah kepada gangguan jiwa.

Sebelum ditemukan tewas tergantung, kemarin Senin (25/5), Faturahman membakar kasur dan gedeg penutup jendela rumahnya yang belum jadi. Setelah terbakar, Faturahman malah bertepuk tangan disertai dengan sorakan gembira.

Tewasnya Faturahman karena tergantung ini diketahui pertama kalinya oleh adiknya, Sri Wahyuni yang diawali dari kecurigaan
lantaran hingga pukul 08.00, kakaknya belum juga keluar dari rumahnya.

Ketika Sri Wahyuni masuk ke rumah kakaknya, dia menemukan Faturahman sudah menjadi mayat, tergantung dengan leher tejrerat tali plastik yang diikatkan di tengah-tengah kayu lambang rumahnya.

Kapolsek Kota Negara, AKP Putu Ngurah Riasa seizin Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana ketika dikonfirmasi, Selasa (26/5) mengatakan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sehingga disimpulkan kalau korban meninggal karena murni bunuh diri.

“Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, diduga motif nekad Faturahman mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena putus asa akibat terbelit masalah ekonomi,”pungkas Riasa. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami