Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Prabangsa Masih Hidup Sebelum Dibuang ke Laut

Selasa, 26 Mei 2009, 17:53 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Hasil deteksi tim medis yang menyatakan, ada butiran pasir dibagian paru paru korban AA Narendra Prabangsa, benar adanya. Versi polisi pun membenarkan, bahwa sebelum dibuang ke laut, Prabangsa masih hidup.

Bisa dibilang, tujuh pelaku yang diotaki Nyoman Susrama, ini berdarah dingin. Mereka mulus merencanakan pembunuhan dengan memancing korban keluar dari rumahnya, di Taman Bali, Bangli.

“Sebelum bertemu dengan tiga tersangka di Taman Bali, korban menitipkan sepeda motor ke rumah saudaranya,” bisik sumber yang enggan disebut namanya.Namun beruntung, ada saksi yang melihat Prabangsa dijemput dengan mobil Honda Civic LX DK 322 YD.

Singkatnya, setelah melakukan pembunuhan terhadap Prabangsa di Banjar Bebalang Bangli, mayat korban dibawa dengan Kijang Rover DK 8888 MK menuju Padang Bay.

Sebelum menuju Padang Bay, seluruh tersangka ikut didalam mobil termasuk Nyoman Susrama. Ikut dalamnya, tersangka Mangde, Rencana, Susrama, Komang Gede, Mangde Gus Oblong serta Maong. Sekitar pukul 21.30, mobil Kijang Rover AB 8888 MK bertolak dari rumah mewah Susrama yang sedang direnovasi, itu menuju pantai perbatasan Kusamba dan Goa Lawah, Klungkung.

Kira-kira menempuh rute perjalanan kurang lebih 35 menit. Rombongan “pencabut nyawa” dengan posisinya, tersangka Dewa Sumbawa sebagai sopir dan duduk di sebelahnya Susrama.

Sedangkan dijok tengah, tersangka Mangde, Maong dan Komang Gede. Selanjutnya Prabangsa yang dibungkus plastik sampah berwarnah hitam dijaga tersangka Rencana dan Gus Oblong dijok belakang.

Dalam perjalanan, tersangka Komang Gede dan Susrama, sempat menghubungi kapal yang disewa untuk mengangkut tubuh Prabangsa yang terbungkus plastik sampah besar.

Sebelum kapal tiba, korban pun dibaringkan ke bibir pantai dalam kondisi tertelungkup. “Hal ini sangat otentik dalam keterangan tim medis yang menyatakan ada butiran pasir di paru paru. Berarti korban masih hidup sebelum dibuang ke laut,’ tegas sumber.

Sumber mengatakan, dari asumsi penyelidikan, ada kemungkinan jasad Prabangsa dibuang tak jauh dari perairan Teluk Bungsil, Padang Bay. Ketika mayat Prabangsa ditemukan masyarakat 16 Februari lalu.

“Jika diamati selama perjalanan PP (pulang-pergi) ke perairan memakan waktu selama 40 menit. Nah berapa kecepatan knotnya, ini yang masih kita selidiki,” tutur sumber. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami