Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Mega : Biarkan Budaya Lokal Berkembang Alami
Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Menjelang pelaksanaan kampanye pilpres 2009, berbagai upaya dilakukan para capres untuk menarik perhatian atau simpati massa. Capres Megawati Soekarnoputri misalnya, menyempatkan diri untuk hadir dalam pembukaan parade budaya di Pantai Tanah Lot, Tabanan Bali.
Calon Presiden yang berpasangan dengan Prabowo ini tiba di Tanah Lot Tabanan sekitar pukul 16.00 Wita. Mega tampak didampingi Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Bupati Tabanan Adi Wiryatama, serta putrinya Puan Maharani. Sementara suaminya Taufik Kiemas tidak tampak dalam kunjungan ini.
Megawati hadir di Tanah Lot sebagai tamu undangan dari Bupati Tabanan, dalam rangka pembukaan Parade Budaya Kabupaten Tabanan 2009. Parade yang menampilkan aneka jenis budaya setempat ini akan berlangsung selama satu minggu dengan melibatkan ribuan orang seniman.
Dalam pidato sambutannya, Megawati tidak menyinggung persoalan politik termasuk soal pencalonan dirinya sebagai calon presiden. Dalam pidatonya, Megawati lebih banyak berbicara soal pelestarian budaya lokal atau daerah sebagai aset penting bangsa Indonesia.
“Jangan rusak budaya daerah dengan menciptakan suatu hal yang baru. Biarlah budaya lokal berkembang alami, jangan buat budaya yang instant. Keanekaragaman budaya Indonesia inilah yang ingin dilihat oleh wisatawan asing yang datang ke Indonesia. Mereka ingin melihat suatu hal yang berbeda dari yang dilihat di negara asalnya,” kata Megawati.
Semangat melestarikan budaya lokal ini, kata Mega, sudah diwariskan dari ayahnya mantan Presiden Sukarno.
“Waktu masih kecil, saya sering diajak bapak berjalan-jalan di Bali, melihat perkembangan kesenian dan kerajinan di seluruh Bali. Di sana Pak Karno berpesan agar kita terus mempertahankan budaya lokal, sebagai bagian dari kekayaan Bangsa Indonesia,” ujar Mega.
Salah satu budaya lokal yang mendesak untuk dipertahankan, kata Megawati, adalah bahasa daerah.
“Saat ini bahasa daerah sudah mulai hilang, karena anak sekolah lebih mudah menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi. Untuk itu pemerintah perlu berperan aktif untuk melestarikan bahasa dan juga sastra daerah,” ucapnya. (bob)
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3773 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1715 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang