Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 April 2026
Korban Tewas Bukan Karena Arak Asli Bali
Denpasar
Sabtu, 30 Mei 2009,
20:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kasus tewasnya belasan warga di Bali akibat keracunan arak mendapat tanggapan dari komunitas pecinta arak asli Bali. Menurut mereka, cairan yang menyebabkan tewasnya belasan warga di Bali bukan arak asli Bali, namun hasil campuran arak dan bahan kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.
Hal ini disampaikan beberapa warga yang tergabung dalam komunitas pecinta arak asli Bali.
Salah seorang anggota komunitas, Putu Indrawan menyatakan, arak Bali yang asli, sejak jaman dulu sudah digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, mulai untuk diminum dalam kegiatan sosial atau sebelum kerja di sawah hingga untuk campuran membuat boreh atau obat tradisional.
“Dari dulu nenek moyang kita di Bali sudah mengenal arak. Jika araknya asli tanpa campuran methanol dan dipergunakan sesuai takaran atau tidak berlebihan, arak akan mempunyai banyak manfaat positif bagi manusia. Tapi jika berlebihan tentu akan membawa dampak yang tidak baik,†jelas pengusaha makanan dan juga musisi ini.
Pecinta arak Bali lainnya, Ketut Gogong, meyakini penyebab tewasnya belasan warga Bali bukan akibat arak asli Bali.
“Saya rasa penyebabnya arak yang dicampur olahan kimia. Kalau arak asli Bali, saya rasa akan memberi manfaat bagi kesehatan tubuh, dengan catatan dikonsumsi sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan atau untuk gagah-gagahan,†jelas pramuwisata sekaligus wiraswastawan ini.
Sementara budayawan Bali Tan Lioe Ie menyatakan, kasus tewasnya belasan orang di Bali akibat arak bukan tipikal Bali saja.
“Ini terjadi juga di tempat lainnya di Indonesia, jadi tidak di Bali saja,â€ujarnya.
Arak Bali, kata Lioe Ie, selain sering digunakan dalam ritual upacara agama di Bali, juga mempunyai sisi ekonomis yang tinggi.
“Jadi ada nilai ekonominya juga, ada perputaran uang di sini. Oleh karena itu perlu ada aturan yang jelas di Bali soal perdagangan arak ini,†ujarnya.
Menurut komunitas pecinta arak Bali ini, kasus kematian belasan warga Bali sudah termasuk ‘pembunuhan karakter’ terhadap arak asli Bali, sebagai minuman tradisonal khas Bali.
“Kasus kematian ini bukan disebabkan oleh arak asli Bali, namun oleh cairan olahan zat kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh. Karena telah menimbulkan korban jiwa dan membunuh karakter minuman tradisional arak Bali, kita berharap agar pedagang arak yang tidak berijin dan membahayakan keselamatan jiwa segera ditertibkan,†ujar Indrawan. (bob)
Hal ini disampaikan beberapa warga yang tergabung dalam komunitas pecinta arak asli Bali.
Salah seorang anggota komunitas, Putu Indrawan menyatakan, arak Bali yang asli, sejak jaman dulu sudah digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, mulai untuk diminum dalam kegiatan sosial atau sebelum kerja di sawah hingga untuk campuran membuat boreh atau obat tradisional.
“Dari dulu nenek moyang kita di Bali sudah mengenal arak. Jika araknya asli tanpa campuran methanol dan dipergunakan sesuai takaran atau tidak berlebihan, arak akan mempunyai banyak manfaat positif bagi manusia. Tapi jika berlebihan tentu akan membawa dampak yang tidak baik,†jelas pengusaha makanan dan juga musisi ini.
Pecinta arak Bali lainnya, Ketut Gogong, meyakini penyebab tewasnya belasan warga Bali bukan akibat arak asli Bali.
“Saya rasa penyebabnya arak yang dicampur olahan kimia. Kalau arak asli Bali, saya rasa akan memberi manfaat bagi kesehatan tubuh, dengan catatan dikonsumsi sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan atau untuk gagah-gagahan,†jelas pramuwisata sekaligus wiraswastawan ini.
Sementara budayawan Bali Tan Lioe Ie menyatakan, kasus tewasnya belasan orang di Bali akibat arak bukan tipikal Bali saja.
“Ini terjadi juga di tempat lainnya di Indonesia, jadi tidak di Bali saja,â€ujarnya.
Arak Bali, kata Lioe Ie, selain sering digunakan dalam ritual upacara agama di Bali, juga mempunyai sisi ekonomis yang tinggi.
“Jadi ada nilai ekonominya juga, ada perputaran uang di sini. Oleh karena itu perlu ada aturan yang jelas di Bali soal perdagangan arak ini,†ujarnya.
Menurut komunitas pecinta arak Bali ini, kasus kematian belasan warga Bali sudah termasuk ‘pembunuhan karakter’ terhadap arak asli Bali, sebagai minuman tradisonal khas Bali.
“Kasus kematian ini bukan disebabkan oleh arak asli Bali, namun oleh cairan olahan zat kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh. Karena telah menimbulkan korban jiwa dan membunuh karakter minuman tradisional arak Bali, kita berharap agar pedagang arak yang tidak berijin dan membahayakan keselamatan jiwa segera ditertibkan,†ujar Indrawan. (bob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3854 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1800 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026