Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Korban Tewas Bukan Karena Arak Asli Bali
Denpasar
Sabtu, 30 Mei 2009,
20:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kasus tewasnya belasan warga di Bali akibat keracunan arak mendapat tanggapan dari komunitas pecinta arak asli Bali. Menurut mereka, cairan yang menyebabkan tewasnya belasan warga di Bali bukan arak asli Bali, namun hasil campuran arak dan bahan kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.
Hal ini disampaikan beberapa warga yang tergabung dalam komunitas pecinta arak asli Bali.
Salah seorang anggota komunitas, Putu Indrawan menyatakan, arak Bali yang asli, sejak jaman dulu sudah digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, mulai untuk diminum dalam kegiatan sosial atau sebelum kerja di sawah hingga untuk campuran membuat boreh atau obat tradisional.
“Dari dulu nenek moyang kita di Bali sudah mengenal arak. Jika araknya asli tanpa campuran methanol dan dipergunakan sesuai takaran atau tidak berlebihan, arak akan mempunyai banyak manfaat positif bagi manusia. Tapi jika berlebihan tentu akan membawa dampak yang tidak baik,†jelas pengusaha makanan dan juga musisi ini.
Pecinta arak Bali lainnya, Ketut Gogong, meyakini penyebab tewasnya belasan warga Bali bukan akibat arak asli Bali.
“Saya rasa penyebabnya arak yang dicampur olahan kimia. Kalau arak asli Bali, saya rasa akan memberi manfaat bagi kesehatan tubuh, dengan catatan dikonsumsi sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan atau untuk gagah-gagahan,†jelas pramuwisata sekaligus wiraswastawan ini.
Sementara budayawan Bali Tan Lioe Ie menyatakan, kasus tewasnya belasan orang di Bali akibat arak bukan tipikal Bali saja.
“Ini terjadi juga di tempat lainnya di Indonesia, jadi tidak di Bali saja,â€ujarnya.
Arak Bali, kata Lioe Ie, selain sering digunakan dalam ritual upacara agama di Bali, juga mempunyai sisi ekonomis yang tinggi.
“Jadi ada nilai ekonominya juga, ada perputaran uang di sini. Oleh karena itu perlu ada aturan yang jelas di Bali soal perdagangan arak ini,†ujarnya.
Menurut komunitas pecinta arak Bali ini, kasus kematian belasan warga Bali sudah termasuk ‘pembunuhan karakter’ terhadap arak asli Bali, sebagai minuman tradisonal khas Bali.
“Kasus kematian ini bukan disebabkan oleh arak asli Bali, namun oleh cairan olahan zat kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh. Karena telah menimbulkan korban jiwa dan membunuh karakter minuman tradisional arak Bali, kita berharap agar pedagang arak yang tidak berijin dan membahayakan keselamatan jiwa segera ditertibkan,†ujar Indrawan. (bob)
Hal ini disampaikan beberapa warga yang tergabung dalam komunitas pecinta arak asli Bali.
Salah seorang anggota komunitas, Putu Indrawan menyatakan, arak Bali yang asli, sejak jaman dulu sudah digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, mulai untuk diminum dalam kegiatan sosial atau sebelum kerja di sawah hingga untuk campuran membuat boreh atau obat tradisional.
“Dari dulu nenek moyang kita di Bali sudah mengenal arak. Jika araknya asli tanpa campuran methanol dan dipergunakan sesuai takaran atau tidak berlebihan, arak akan mempunyai banyak manfaat positif bagi manusia. Tapi jika berlebihan tentu akan membawa dampak yang tidak baik,†jelas pengusaha makanan dan juga musisi ini.
Pecinta arak Bali lainnya, Ketut Gogong, meyakini penyebab tewasnya belasan warga Bali bukan akibat arak asli Bali.
“Saya rasa penyebabnya arak yang dicampur olahan kimia. Kalau arak asli Bali, saya rasa akan memberi manfaat bagi kesehatan tubuh, dengan catatan dikonsumsi sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan atau untuk gagah-gagahan,†jelas pramuwisata sekaligus wiraswastawan ini.
Sementara budayawan Bali Tan Lioe Ie menyatakan, kasus tewasnya belasan orang di Bali akibat arak bukan tipikal Bali saja.
“Ini terjadi juga di tempat lainnya di Indonesia, jadi tidak di Bali saja,â€ujarnya.
Arak Bali, kata Lioe Ie, selain sering digunakan dalam ritual upacara agama di Bali, juga mempunyai sisi ekonomis yang tinggi.
“Jadi ada nilai ekonominya juga, ada perputaran uang di sini. Oleh karena itu perlu ada aturan yang jelas di Bali soal perdagangan arak ini,†ujarnya.
Menurut komunitas pecinta arak Bali ini, kasus kematian belasan warga Bali sudah termasuk ‘pembunuhan karakter’ terhadap arak asli Bali, sebagai minuman tradisonal khas Bali.
“Kasus kematian ini bukan disebabkan oleh arak asli Bali, namun oleh cairan olahan zat kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh. Karena telah menimbulkan korban jiwa dan membunuh karakter minuman tradisional arak Bali, kita berharap agar pedagang arak yang tidak berijin dan membahayakan keselamatan jiwa segera ditertibkan,†ujar Indrawan. (bob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026