Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Korban Tewas Bukan Karena Arak Asli Bali

Denpasar

Sabtu, 30 Mei 2009, 20:30 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kasus tewasnya belasan warga di Bali akibat keracunan arak mendapat tanggapan dari komunitas pecinta arak asli Bali. Menurut mereka, cairan yang menyebabkan tewasnya belasan warga di Bali bukan arak asli Bali, namun hasil campuran arak dan bahan kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

Hal ini disampaikan beberapa warga yang tergabung dalam komunitas pecinta arak asli Bali.

Salah seorang anggota komunitas, Putu Indrawan menyatakan, arak Bali yang asli, sejak jaman dulu sudah digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, mulai untuk diminum dalam kegiatan sosial atau sebelum kerja di sawah hingga untuk campuran membuat boreh atau obat tradisional.

“Dari dulu nenek moyang kita di Bali sudah mengenal arak. Jika araknya asli tanpa campuran methanol dan dipergunakan sesuai takaran atau tidak berlebihan, arak akan mempunyai banyak manfaat positif bagi manusia. Tapi jika berlebihan tentu akan membawa dampak yang tidak baik,” jelas pengusaha makanan dan juga musisi ini.

Pecinta arak Bali lainnya, Ketut Gogong, meyakini penyebab tewasnya belasan warga Bali bukan akibat arak asli Bali.

“Saya rasa penyebabnya arak yang dicampur olahan kimia. Kalau arak asli Bali, saya rasa akan memberi manfaat bagi kesehatan tubuh, dengan catatan dikonsumsi sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan atau untuk gagah-gagahan,” jelas pramuwisata sekaligus wiraswastawan ini.

Sementara budayawan Bali Tan Lioe Ie menyatakan, kasus tewasnya belasan orang di Bali akibat arak bukan tipikal Bali saja.

“Ini terjadi juga di tempat lainnya di Indonesia, jadi tidak di Bali saja,”ujarnya.

Arak Bali, kata Lioe Ie, selain sering digunakan dalam ritual upacara agama di Bali, juga mempunyai sisi ekonomis yang tinggi.

“Jadi ada nilai ekonominya juga, ada perputaran uang di sini. Oleh karena itu perlu ada aturan yang jelas di Bali soal perdagangan arak ini,” ujarnya.

Menurut komunitas pecinta arak Bali ini, kasus kematian belasan warga Bali sudah termasuk ‘pembunuhan karakter’ terhadap arak asli Bali, sebagai minuman tradisonal khas Bali.

“Kasus kematian ini bukan disebabkan oleh arak asli Bali, namun oleh cairan olahan zat kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh. Karena telah menimbulkan korban jiwa dan membunuh karakter minuman tradisional arak Bali, kita berharap agar pedagang arak yang tidak berijin dan membahayakan keselamatan jiwa segera ditertibkan,” ujar Indrawan. (bob)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami