Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 28 Agustus 2026
Balihoo JK-Win Terobos Kesepakatan
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kesepakatan pemasangan atribut kampanye yang dibuat tim kampanye 3 pasang calon presiden dan wakil presiden (Capres-Cawapres) hanya isapan jempol belaka. Pasalnya, 2 balihoo besar pasangan capres-cawapres Jusuf Kalla- Wiranto (JK-Win) dipasang bertengger di salah satu jalan protokol yang dalam kesepakatan tersebut semestinya steril dari atribut kampanye.
Pantuan di beritabali.com, Minggu (7/6) dua buah balihoo besar milik JK-Win terpasang di Jalan Ngurah Rai yang merupakan salah satu jalan protokol di Negara. Satu balihoo bergambar JK-Win yang didampingi istri masing-masing, terpasang di sisi barat pada perempatan menuju terminal Negara menghadap ketimur. Sedangkan balihoo yang bergambar JK-Win saja terpasang di seputar Pasar Negara menghadap ke barat.
Ketua Panwaslu Jembrana, I Waya Wasa ketika dikonfirmasi Minggu (7/6) membenarkan jika baliho JK-Win yang terpasang di jalan protokol tersebut melanggar kesepakatan. “Jelas itu pelanggaran, kesepakatan yang belum seumur jagung kok sudah dilanggar,”ujarnya sengit. Atas kejadian tersebut, Wasa mengaku sudah menegur tim kampanye JK-Win di Jembrana maupun parpol pengusung pasangan capres-cawapres tersebut dan meminta agar segera dicopot.
Wasa mengancam, jika tidak diindahkan, pihaknya akan melayangkan rekomendasi ke KPU Jembrana agar pelanggaran tersebut ditindaklanjuti. “Jika tidak diturunkan, bisa jadi balihoo yang melanggar itu akan diturunkan paksa oleh tim penertiban,” ancamnya.
Dihubungi terpisah, ketua tim kampanye JK-Win di Jembrana, I Ketut Widastra malah merasa kaget melihat balihoo tersebut lantaran sepengetahuan dirinya tim kampanye JK-Win di Jembrana tidak pernah merasa memasang balihoo tersebut. “Saya juga kaget melihat pemasangan baliho itu yang melanggar kesepakatan. Nanti akan kita cek dulu ke tim kampanye provinsi di Denpasar dan pusat. Siapa tahu mereka yang pasang balihoo itu karena tidak tahu kalau di Jembrana ada kesepakatan tidak boleh memasang balihoo di jalan protokol,”ungkapnya. Widastra pun menduga kalau balihoo tersebut terpasang sebelum kesepakatan tim kampanye terkait pemasangan atribut kampanye tersebut disebarkan ke tim kampanye masing-masing capres dan cawapres.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4722 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2530 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2173 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1789 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1215 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun