Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Menikmati ‘Mata Dewa’ di Pelabuhan Tua Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Jika Anda sedang berada di Kabupaten Buleleng di Bali Utara, sempatkanlah untuk mampir di bekas Pelabuhan Buleleng. Selain bisa menikmati sisa kejayaan bekas pelabuhan terbesar di Bali ini, Anda juga bisa melihat sunset atau matahari terbenam yang sangat indah.
Pelabuhan tua ini terletak di pesisir utara Kota Singaraja. Bekas pelabuhan terbesar dan tersibuk di Bali ini terletak di sebelah utara Kota Denpasar, dapat ditempuh dalam waktu 2 hingga 2,5 jam. Untuk bisa masuk ke dalam areal pelabuhan tua ini, pengunjung yang datang hanya dikenai tiket masuk kendaraan sebesar Rp 1000.
Di dalam areal pelabuhan tua ini, pengunjung bisa melihat keindahan Klenteng Lie Gwan Cong, tempat ibadah umat Tridarma. Klenteng tua berusia ratuan tahun ini menjadi saksi sejarah kejayaan pelabuhan ini di masa lalu, mulai kedatangan para pedagang dari luar negeri hingga kedatangan pasukan penjajah mulai Belanda hingga Jepang. Selain bisa melihat keindahan klenteng berusia ratusan tahun, pengunjung pelabuhan tua ini juga bisa melihat beberapa bangunan tua di dalam areal pelabuhan.
Di atas tahun 1950-an, setelah pusat pemerintahan Propinsi Bali dipindah ke Bali Selatan (Denpasar), kejayaan pelabuhan ini berangsur hilang. Bekas kantor kepabeanan dibiarkan kosong.Gudang-gudang di bagian timur pelabuhan, yang dulunya merupakan tempat mengurus administrasi perjalanan, termasuk tempat pembelian tiket kapal, kini juga dibiarkan kosong tinggal kenangan.
Pelabuhan Tua Buleleng ini biasanya mulai ramai sekitar pukul 5 sore waktu setempat. Warga yang datang berasal dari sekitar pelabuhan dan wilayah lain di Buleleng. Beberapa wisatawan domestik dan asing juga tampak asyik menikmati suasana pelabuhan di sore hari.
Menikmati suasana Pelabuhan Tua Buleleng di sore hari bisa dilakukan dengan berbagai cara. Jika uang yang ada di kantong pas-pasan, Anda bisa menikmati aneka jajanan kaki lima yang ada di sepanjang pelabuhan. Jajanan yang bisa dinikmati bervariasi mulai bakso, mie ayam, hingga warung pecel lele dan ayam goreng dengan harga mulai Rp. 5000 hingga Rp 15.000.
Jika ingin menikmati suasana yang lebih ekslusif, Anda bisa mencoba menu di beberapa restauran apung, yang berdiri tepat di atas bekas dermaga tua Pelabuhan Buleleng. Sambil menunggu datangnya sunset atau matahri terbenam, Anda bisa menikmati aneka menu yang ditawarkan mulai nasi goreng seafood hingga ikan bakar, dengan harga mulai Rp 15.000.
Keindahan sunset atau matahari terbenam biasanya akan mulai terlihat antara pukul 18.00 hingga 18.30 waktu setempat. Jika tidak tertutup awan, keindahan sunset di pelabuhan tua Buleleng ini begitu menakjubkan, tak kalah dengan sunset di tempat lainnya di Bali seperti Kuta atau Tanah Lot. Saya baru pertama kali ini menikmati keindahan sunset di sini, indah sekali ya, nuansanya begitu alami, ada nuansa sejarah masa lalu di sini, amat mengesankan, kata Juniar Jais, salah seorang pengunjung asal Batam.
Jadi jika Anda sedang berada di Bali, tak ada salahnya untuk berkunjung ke Pelabuhan Tua Buleleng di wilayah Bali Utara. Mata Dewa yang bisa Anda saksikan di tempat ini, dijamin tak kalah indahnya dengan Mata Dewa atau sunset di Pantai Kuta yang sudah tekenal hingga mancanegara.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8476 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5827 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3651 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2480 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar