Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Nuriati Bersimbah Darah Dibacok Perampok

Selasa, 16 Juni 2009, 21:59 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Rupanya idaman masyarakat Bali untuk dapat menikmati keamanan masih tetap menjadi sebuah mimpi. Pasalnya, aksi perampokan masih kerap terjadi. Kali ini petaka tersebut menimpa Ni Ketut Nuriati, wanita setengah baya warga Desa Kaliakah, Negara. Nuriati tidak hanya kehilangan harta bendanya saja, namun dia harus mengalami sejumlah luka bacokan di muka dan kepalanya saat melakukan perlawanan terhadap aksi perampokan tersebut.

 



Dari informasi yang dikumpulkan, Selasa (16/6) pemilik Toko Nurcahya yang berlokasi di tepi jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Desa Kaliakah, Negara peristiwa yang nyaris merenggut nyawa Nuriati ini bermula dari kedatangan seorang tamu yang mengaku bernama Rudi dengan mengendarai mobil Suzuki Futura pick up warna hitam.



Saat itu, Rudi yang memiliki ciri antara lain tubuh tinggi namun kurus mengaku tinggal di Kedonganan, Badung hendak berbelanja di toko milik Nuriati tersebut. Apesnya, saat itu toko yang sekaligus sebagai tempat Nuriati sedang sepi lantaran keluarga korban termasuk mertua sedang keluar melayat. Sedangkan suami Nuriati sudah sejak lama bekerja di Jepang. Yang ada hanya tetangga korban (saksi), seorang ibu rumah tangga berusia sekitar 30 tahun. yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian. Setelah turun dari kendaraannya, Rudi sempat ngobrol dengan korban.



Saat terjadi perbincangan, saksi masuk ke dalam rumahnya hendak tidur sehingga saksi tersebut tidak melihat ada hal-hal mencurigakan dari Rudi. Belum terlelap dari tidurnya, saksi tiba-tiba terdengar jeritan minta tolong dari toko korban. Jeritan tersebut memancing saksi keluar dan telah melihat korban bersimbah darah pada bagian wajah dan kepalanya dan tergeletak dekat warungnya.



“Saat saya lihat orang yang tadi ngobrol itu sudah kabur dengan mobilnya,” terang saksi. Sayangnya saksi tidak sempat melihat nopol kendaraan yang dikendarai Rudi. Sementara, informasi lain yang dihimpun di lapangan, dalam melakukan aksinya Rudi ikut masuk ke dalam warung, mengikuti korban yang hendak mengambil minum. Saat itulah perampok mengambil pisau yang tergeletak di dalam toko dan langsung ditikamkan ke arah korban.



Setelah berhasil melumpuhkan korban, perampok menggasak perhiasan dan uang tunai Rp 4 juta. Kendatipun bersimbah darah, nyawa korban masih terselamatkan dan hingga berita ini dionlinekan korban masih menjalani perawatan di RSU Negara. Korban tampak tergolek lemas dan masih menjalani perawatan intensif oleh paramedis di RSU Negara. Menurut informasi petugas RSU, korban mengalami patah pada tangan kanan dan luka-luka pada bagian wajah serta kepalanya.



Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Wayan Sinaryasa seizin Kapolres Jembrana AKBP Ketut Suardana dihubungi wartawan Selasa (16/6) mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus perampokan ini.



Sedangkan terkait kerugian materi yang diderita korban, pihaknya belum bisa merinci. “Karena korban masih menjalani perawatan di rumah sakit,” terang Sinaryasa. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami