Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 28 September 2026
480 Layang-layang Ikuti Lomba
Denpasar
Minggu, 2 Agustus 2009,
19:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam rangka melestarikan warisan leluhur yang adi luhung, bertempat di areal persawahan wilayah Banjar Pitik Desa Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan digelar lomba layang-layang dari berbagai jenis, Minggu (2/8).
480 layang-layang yang datang dari berbagai penjuru termasuk luar Bali beradu ketangkasan di tempat ini. Demikian dikatakan ketua panitia Made Suardana disela-sela pelaksanaan lomba.
Made Suardana lebih jauh mengatakan, munculnya ide menggelar lomba layang-layang ini tidak terlepas dari prestasi yang diraih banjar Pitik dalam lomba layang-layang baik tingkat lokal maupun nasional yang selalu kebagian juara.
“Disamping itu kami warga banjar Pitik juga ingin melestarikan warisan penglingsir (tokoh) kami dulu yang hampir sebagian besar senang bermain layang-layang,†kenangnya.
Kegiatan layang-layang ini amat spesial bagi kami kenapa demikian disamping dapat menyalurkan hoby, layang-layang juga merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan.
“Hal ini juga sebagai upaya untuk memperkaya khasanah obyek di sektor pariwisata sehingga bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Bali khususnya Denpasar dihadapkan pada banyak pilihan sehingga tidak membosankan,†ujarnya bangga.
Ditambahkan juga, dari 480 peserta ada juga peserta yang datang dari luar daerah seperti Jawa khususnya Madura. Adapun jenis yang dilombakan meliputi bebean, janggan, pecuk dan kreasi semuanya dibagi kedalam katagori dewasa dan anak-anak.
Untuk menjamin obyektifitas penilaian pihaknya sengaja mendatangkan juri sebanyak 18 orang dua orang diantaranya didatangkan dari luar daerah.
Untuk para pemenang pihaknya menyediakan hadiah dan piagam dan yang dicari adalah juara I, II dan III serta harapan I, II dan III. Bagi yang terbaik diberikan piala tetap dan hadiah uang sebesar 1.500 ribu rupiah.
Menurut ketua dewan juri I Nyoman Cakra, masing-masing peserta diberikan waktu 30 menit dari persiapan hingga mengudara. Layangan yang layak mendapat nilai tinggi adalah layangan yang terbangnya bagus atau mulus ditambah gerakannya yang dinamis yaitu dapat bergoyang kesana-kemari serta paduan warnanya yang menarik.
Suardana juga berjanji, apabila pelaksanaan kali ini sukses tahun depan hadiahnya akan ditingkatkan. Pada sesi pertama sebanyak 17 peserta jenis layangan pecuk beradu tangkas.
Dengan diiringai suara baleganjur para peserta terlihat semakin bersemangat sampai-sampai ada yang jatuh berguling-guling.
Namun hal ini tidak menjadikan masalah bahkan peserta terlihat tambah bersemangat berlari kesana kemari walaupun panas matahari menyengat. (ctg/*)
480 layang-layang yang datang dari berbagai penjuru termasuk luar Bali beradu ketangkasan di tempat ini. Demikian dikatakan ketua panitia Made Suardana disela-sela pelaksanaan lomba.
Made Suardana lebih jauh mengatakan, munculnya ide menggelar lomba layang-layang ini tidak terlepas dari prestasi yang diraih banjar Pitik dalam lomba layang-layang baik tingkat lokal maupun nasional yang selalu kebagian juara.
“Disamping itu kami warga banjar Pitik juga ingin melestarikan warisan penglingsir (tokoh) kami dulu yang hampir sebagian besar senang bermain layang-layang,†kenangnya.
Kegiatan layang-layang ini amat spesial bagi kami kenapa demikian disamping dapat menyalurkan hoby, layang-layang juga merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan.
“Hal ini juga sebagai upaya untuk memperkaya khasanah obyek di sektor pariwisata sehingga bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Bali khususnya Denpasar dihadapkan pada banyak pilihan sehingga tidak membosankan,†ujarnya bangga.
Ditambahkan juga, dari 480 peserta ada juga peserta yang datang dari luar daerah seperti Jawa khususnya Madura. Adapun jenis yang dilombakan meliputi bebean, janggan, pecuk dan kreasi semuanya dibagi kedalam katagori dewasa dan anak-anak.
Untuk menjamin obyektifitas penilaian pihaknya sengaja mendatangkan juri sebanyak 18 orang dua orang diantaranya didatangkan dari luar daerah.
Untuk para pemenang pihaknya menyediakan hadiah dan piagam dan yang dicari adalah juara I, II dan III serta harapan I, II dan III. Bagi yang terbaik diberikan piala tetap dan hadiah uang sebesar 1.500 ribu rupiah.
Menurut ketua dewan juri I Nyoman Cakra, masing-masing peserta diberikan waktu 30 menit dari persiapan hingga mengudara. Layangan yang layak mendapat nilai tinggi adalah layangan yang terbangnya bagus atau mulus ditambah gerakannya yang dinamis yaitu dapat bergoyang kesana-kemari serta paduan warnanya yang menarik.
Suardana juga berjanji, apabila pelaksanaan kali ini sukses tahun depan hadiahnya akan ditingkatkan. Pada sesi pertama sebanyak 17 peserta jenis layangan pecuk beradu tangkas.
Dengan diiringai suara baleganjur para peserta terlihat semakin bersemangat sampai-sampai ada yang jatuh berguling-guling.
Namun hal ini tidak menjadikan masalah bahkan peserta terlihat tambah bersemangat berlari kesana kemari walaupun panas matahari menyengat. (ctg/*)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8492 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5835 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3658 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2487 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026