Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 13 Agustus 2026
480 Layang-layang Ikuti Lomba
Denpasar
Minggu, 2 Agustus 2009,
19:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam rangka melestarikan warisan leluhur yang adi luhung, bertempat di areal persawahan wilayah Banjar Pitik Desa Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan digelar lomba layang-layang dari berbagai jenis, Minggu (2/8).
480 layang-layang yang datang dari berbagai penjuru termasuk luar Bali beradu ketangkasan di tempat ini. Demikian dikatakan ketua panitia Made Suardana disela-sela pelaksanaan lomba.
Made Suardana lebih jauh mengatakan, munculnya ide menggelar lomba layang-layang ini tidak terlepas dari prestasi yang diraih banjar Pitik dalam lomba layang-layang baik tingkat lokal maupun nasional yang selalu kebagian juara.
“Disamping itu kami warga banjar Pitik juga ingin melestarikan warisan penglingsir (tokoh) kami dulu yang hampir sebagian besar senang bermain layang-layang,†kenangnya.
Kegiatan layang-layang ini amat spesial bagi kami kenapa demikian disamping dapat menyalurkan hoby, layang-layang juga merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan.
“Hal ini juga sebagai upaya untuk memperkaya khasanah obyek di sektor pariwisata sehingga bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Bali khususnya Denpasar dihadapkan pada banyak pilihan sehingga tidak membosankan,†ujarnya bangga.
Ditambahkan juga, dari 480 peserta ada juga peserta yang datang dari luar daerah seperti Jawa khususnya Madura. Adapun jenis yang dilombakan meliputi bebean, janggan, pecuk dan kreasi semuanya dibagi kedalam katagori dewasa dan anak-anak.
Untuk menjamin obyektifitas penilaian pihaknya sengaja mendatangkan juri sebanyak 18 orang dua orang diantaranya didatangkan dari luar daerah.
Untuk para pemenang pihaknya menyediakan hadiah dan piagam dan yang dicari adalah juara I, II dan III serta harapan I, II dan III. Bagi yang terbaik diberikan piala tetap dan hadiah uang sebesar 1.500 ribu rupiah.
Menurut ketua dewan juri I Nyoman Cakra, masing-masing peserta diberikan waktu 30 menit dari persiapan hingga mengudara. Layangan yang layak mendapat nilai tinggi adalah layangan yang terbangnya bagus atau mulus ditambah gerakannya yang dinamis yaitu dapat bergoyang kesana-kemari serta paduan warnanya yang menarik.
Suardana juga berjanji, apabila pelaksanaan kali ini sukses tahun depan hadiahnya akan ditingkatkan. Pada sesi pertama sebanyak 17 peserta jenis layangan pecuk beradu tangkas.
Dengan diiringai suara baleganjur para peserta terlihat semakin bersemangat sampai-sampai ada yang jatuh berguling-guling.
Namun hal ini tidak menjadikan masalah bahkan peserta terlihat tambah bersemangat berlari kesana kemari walaupun panas matahari menyengat. (ctg/*)
480 layang-layang yang datang dari berbagai penjuru termasuk luar Bali beradu ketangkasan di tempat ini. Demikian dikatakan ketua panitia Made Suardana disela-sela pelaksanaan lomba.
Made Suardana lebih jauh mengatakan, munculnya ide menggelar lomba layang-layang ini tidak terlepas dari prestasi yang diraih banjar Pitik dalam lomba layang-layang baik tingkat lokal maupun nasional yang selalu kebagian juara.
“Disamping itu kami warga banjar Pitik juga ingin melestarikan warisan penglingsir (tokoh) kami dulu yang hampir sebagian besar senang bermain layang-layang,†kenangnya.
Kegiatan layang-layang ini amat spesial bagi kami kenapa demikian disamping dapat menyalurkan hoby, layang-layang juga merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan.
“Hal ini juga sebagai upaya untuk memperkaya khasanah obyek di sektor pariwisata sehingga bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Bali khususnya Denpasar dihadapkan pada banyak pilihan sehingga tidak membosankan,†ujarnya bangga.
Ditambahkan juga, dari 480 peserta ada juga peserta yang datang dari luar daerah seperti Jawa khususnya Madura. Adapun jenis yang dilombakan meliputi bebean, janggan, pecuk dan kreasi semuanya dibagi kedalam katagori dewasa dan anak-anak.
Untuk menjamin obyektifitas penilaian pihaknya sengaja mendatangkan juri sebanyak 18 orang dua orang diantaranya didatangkan dari luar daerah.
Untuk para pemenang pihaknya menyediakan hadiah dan piagam dan yang dicari adalah juara I, II dan III serta harapan I, II dan III. Bagi yang terbaik diberikan piala tetap dan hadiah uang sebesar 1.500 ribu rupiah.
Menurut ketua dewan juri I Nyoman Cakra, masing-masing peserta diberikan waktu 30 menit dari persiapan hingga mengudara. Layangan yang layak mendapat nilai tinggi adalah layangan yang terbangnya bagus atau mulus ditambah gerakannya yang dinamis yaitu dapat bergoyang kesana-kemari serta paduan warnanya yang menarik.
Suardana juga berjanji, apabila pelaksanaan kali ini sukses tahun depan hadiahnya akan ditingkatkan. Pada sesi pertama sebanyak 17 peserta jenis layangan pecuk beradu tangkas.
Dengan diiringai suara baleganjur para peserta terlihat semakin bersemangat sampai-sampai ada yang jatuh berguling-guling.
Namun hal ini tidak menjadikan masalah bahkan peserta terlihat tambah bersemangat berlari kesana kemari walaupun panas matahari menyengat. (ctg/*)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2322 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1966 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026