Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 Juli 2026
Staf Ahli Melorot Jadi Kasek, Pilih Pensiun
Negara
Senin, 10 Agustus 2009,
18:48 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Karir Staf Ahli Bupati Jembrana Bidang Pembangunan, I Nyoman Suryadi boleh terbilang tamat. Pasalnya, setelah “dikandangkan†menjadi staf ahli dari sebelumnya menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata (Dikbudpar), Suryadi kembali dimutasi menjadi Kepala Sekolah (Kasek) di SMKN 2 Negara.
Dari informasi yang dihimpun, Senin (10/8) Suryadi yang juga mantan Kepala Dinas PULH dimutasi menjadi kasek pada satu-satunya sekolah menengah pertanian di Jembrana. Konon, pejabat yang masih dililit dengan kasus kompos ini menolak jabatan tersebut dan memilih untuk pensiun.
“Mungkin Pak Sur (Suryadi) merasa malu. Masak bekas kepala dinas jadi kepala sekolah,†kata sumber Beritabali.com. Selain Suryadi, nasib serupa juga menimpa Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan, Pemuda, Olah Raga, Pariwisata dan Kebudayaan (Dikporaparbud), I Putu Ardika. Ardika “terdampar†menjadi kasek SMAN 1 Negara menggantikan kasek sebelumnya, I Wayan Astawa.
Sekkab Jembrana, I Gde Suinaya didampingi Kadis Dikporaparbud, A.A Putrayasa ketika dikonfirmasi Senin (10/8) membantah kalau dalam mutasi tersebut diselimuti dengan unsur "like and dislike". â€Tidak ada seperti itu semuanya sudah sesuai prosedur,†katanya.
Menurut Suinaya pihaknya menawarkan kepada Suryadi menjadi kasek lantaran basiknya memang guru serta untuk memperpanjang waktu pensiunnya dengan mengembalikannya ke jabatan fungsional. “Kalau struktural, Pak Suryadi pensiun usia 56, sedangkan kalau fungsional bisa pensiun usia 60 tahun.
Kami hanya menawarkan saja namun ternyata beliau memilih pensiun tahun ini. Sebenarnya kami menghargai beliau,†kata Suinaya. Suinayapun membantah kalau Suryadi menolak jabatan kasek tersebut. “Tidak ditolak kok. Kami hanya menawarkan kepada Pak Suryadi,†kilahnya.
Sementara mengenai Putu Ardika, Suinaya mengatakan Bupati sebagai pembina kepegawaian, boleh saja melakukan mutasi dan mengembalikan jabatan pegawai dari jabatan struktural ke fungsional. â€Pak Putu Ardika basicnya kan guru juga, jadi kita kembalikan ke jabatan fungsional,†jelasnya.
Sementara itu Suryadi ketika dikonfirmasi, Senin (10/8) tidak berkomentar banyak. Suryadi hanya mengatakan dirinya lebih memilih pensiun tahun ini ketimbang menjadi kasek. “Segala persyaratan untuk pensiun sudah saya ajukan,†kilahnya singkat. (dey)
Dari informasi yang dihimpun, Senin (10/8) Suryadi yang juga mantan Kepala Dinas PULH dimutasi menjadi kasek pada satu-satunya sekolah menengah pertanian di Jembrana. Konon, pejabat yang masih dililit dengan kasus kompos ini menolak jabatan tersebut dan memilih untuk pensiun.
“Mungkin Pak Sur (Suryadi) merasa malu. Masak bekas kepala dinas jadi kepala sekolah,†kata sumber Beritabali.com. Selain Suryadi, nasib serupa juga menimpa Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan, Pemuda, Olah Raga, Pariwisata dan Kebudayaan (Dikporaparbud), I Putu Ardika. Ardika “terdampar†menjadi kasek SMAN 1 Negara menggantikan kasek sebelumnya, I Wayan Astawa.
Sekkab Jembrana, I Gde Suinaya didampingi Kadis Dikporaparbud, A.A Putrayasa ketika dikonfirmasi Senin (10/8) membantah kalau dalam mutasi tersebut diselimuti dengan unsur "like and dislike". â€Tidak ada seperti itu semuanya sudah sesuai prosedur,†katanya.
Menurut Suinaya pihaknya menawarkan kepada Suryadi menjadi kasek lantaran basiknya memang guru serta untuk memperpanjang waktu pensiunnya dengan mengembalikannya ke jabatan fungsional. “Kalau struktural, Pak Suryadi pensiun usia 56, sedangkan kalau fungsional bisa pensiun usia 60 tahun.
Kami hanya menawarkan saja namun ternyata beliau memilih pensiun tahun ini. Sebenarnya kami menghargai beliau,†kata Suinaya. Suinayapun membantah kalau Suryadi menolak jabatan kasek tersebut. “Tidak ditolak kok. Kami hanya menawarkan kepada Pak Suryadi,†kilahnya.
Sementara mengenai Putu Ardika, Suinaya mengatakan Bupati sebagai pembina kepegawaian, boleh saja melakukan mutasi dan mengembalikan jabatan pegawai dari jabatan struktural ke fungsional. â€Pak Putu Ardika basicnya kan guru juga, jadi kita kembalikan ke jabatan fungsional,†jelasnya.
Sementara itu Suryadi ketika dikonfirmasi, Senin (10/8) tidak berkomentar banyak. Suryadi hanya mengatakan dirinya lebih memilih pensiun tahun ini ketimbang menjadi kasek. “Segala persyaratan untuk pensiun sudah saya ajukan,†kilahnya singkat. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2961 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2022 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026